Lestarikan Budaya Sejak Dini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan DOKAR BOBO di POS PAUD Cahaya Hati

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 20:02 23 jatengvox

Jatengvox.com – Di tengah gempuran gadget yang mulai merambah usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 mengambil langkah kreatif untuk mengalihkan perhatian anak-anak ke permainan yang lebih sehat dan interaktif.

Tim KKN UPGRIS sukses menyelenggarakan program bertajuk “DOKAR BOBO” (Dolanan Karo Bocah-Bocah) yang bertempat di POS PAUD Cahaya Hati, RW 09 Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Senin (24/01/2026).

Menolak Lupa Permainan Tradisional

Istilah “DOKAR BOBO” yang merupakan akronim dari bahasa Jawa Dolanan Karo Bocah-Bocah (Bermain Bersama Anak-anak) sengaja dipilih untuk menciptakan kedekatan emosional.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Kenalkan Pembelajaran Coding SD di SDN 01 Watuagung untuk Asah Logika Siswa

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai langka, seperti cublak-cublak suweng, dakon, hingga lompat tali yang dimodifikasi sesuai usia anak PAUD.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar bermain, tetapi juga disisipi dengan edukasi mengenai nilai-nilai sportivitas, kerjasama tim, dan ketangkasan fisik.

Ceria Tanpa Gadget

Suasana di POS PAUD Cahaya Hati tampak pecah dengan gelak tawa puluhan anak-anak. Para mahasiswa dengan sabar memandu setiap gerakan dan aturan main, memastikan setiap anak terlibat aktif.

Baca juga:  KKN UPGRIS Hijaukan Ngempon Lewat Penanaman Pohon Bersama Warga

“Tujuan utama kami adalah menstimulus motorik anak sekaligus mengenalkan bahwa kita punya warisan budaya berupa permainan yang sangat seru. Kami ingin anak-anak di RW 09 tahu bahwa bermain itu tidak harus selalu di depan layar HP,” ujar koordinator program kerja KKN UPGRIS di Kelurahan Gemah.

Dukungan Penuh dari Pihak PAUD dan Orang Tua

Langkah mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari para guru di POS PAUD Cahaya Hati. Menurut mereka, program “DOKAR BOBO” memberikan warna baru dalam kurikulum bermain sambil belajar yang mereka terapkan sehari-hari.

Baca juga:  Antusias Warga RT 3 RW 4 Kalicari Ikuti Workshop Daur Ulang Tutup Botol oleh Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 28

“Anak-anak sangat antusias. Melalui permainan tradisional, karakter mereka lebih terlihat, seperti bagaimana mereka belajar mengantre giliran dan berbagi dengan teman. Kami berharap program seperti ini bisa berkelanjutan,” tutur salah satu pengajar di PAUD Cahaya Hati.

Membangun Karakter Lewat Budaya

RW 09 Kelurahan Gemah kini menjadi saksi bahwa kearifan lokal seperti permainan tradisional masih memiliki tempat di hati generasi Alpha.

Mahasiswa KKN UPGRIS berharap, melalui “DOKAR BOBO”, para orang tua juga terdorong untuk kembali mempraktikkan permainan ini di rumah sebagai sarana bonding antara orang tua dan anak.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA