Mentan Andi Amran Dorong Pertanian Jadi Tulang Punggung Energi Hijau Nasional

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Sektor pertanian Indonesia kini diproyeksikan melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya menjadikan pertanian sebagai pilar utama pengembangan energi hijau nasional.

Komitmen tersebut disampaikan usai dirinya dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Amran, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis pertanian.

Status sebagai negara agraris bukan hanya keunggulan historis, tetapi juga peluang strategis dalam menjawab tantangan ketahanan energi dan transisi menuju energi ramah lingkungan.

“Insyaallah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti ubi kayu atau singkong, kelapa sawit, tebu, dan berbagai komoditas lainnya,” ujar Amran.

Baca juga:  Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Amran menjelaskan, pemanfaatan komoditas pertanian sebagai sumber energi bukanlah wacana baru.

Selama ini, kelapa sawit dan tebu telah menjadi tulang punggung pengembangan biofuel nasional.

Namun ke depan, pemerintah melihat singkong sebagai sumber energi alternatif baru yang potensinya belum tergarap maksimal.

Singkong dinilai memiliki keunggulan dari sisi adaptasi lahan, masa panen relatif singkat, serta ketersediaan yang melimpah di berbagai daerah.

Dengan pengelolaan yang tepat, singkong dapat menjadi bahan baku bioetanol yang berdaya saing tinggi.

“Sawit dan tebu sudah berjalan. Selanjutnya, kita dorong singkong. Ini potensi besar kita,” tegasnya.

Baca juga:  PTKI Kemenag Dorong Transparansi PTKIN, Targetkan Seluruh Kampus Informatif pada 2026

Pengembangan biofuel berbasis komoditas lokal ini diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi terbarukan global.

Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menyinggung kebijakan mandatori biodiesel yang terus diperkuat pemerintah.

Implementasi biodiesel B50—campuran 50 persen bahan bakar nabati—menjadi langkah strategis untuk menekan impor solar sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

“Insyaallah, sesuai hasil koordinasi, tahun ini kita tidak impor lagi solar karena kita masuk ke B50,” ujarnya.

Jika target ini tercapai, Indonesia akan mencatat tonggak penting dalam sejarah kebijakan energinya.

Baca juga:  Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Selain menghemat devisa, kebijakan tersebut juga membuka pasar yang lebih luas bagi produk pertanian dalam negeri, khususnya kelapa sawit.

Bergabungnya Andi Amran Sulaiman dalam Dewan Energi Nasional dinilai memperkuat jembatan antara sektor pertanian dan sektor energi.

Selama ini, kedua sektor tersebut kerap berjalan paralel. Kini, sinergi lintas sektor diharapkan semakin solid dalam merumuskan kebijakan energi jangka panjang.

Amran menegaskan, Kementerian Pertanian akan fokus memperkuat program hilirisasi komoditas energi.

Mulai dari perluasan budidaya tanaman penghasil biofuel, penguatan industri pengolahan, hingga integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jalur KA Cibeber–Lampegan Tidak Dapat Dilalui Akibat adanya Gogosan, Demi Keselamatan, Perjalanan KA Siliwangi dibatalkan
Perdana Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik dengan Standar Korea Selatan di Siloam Hospital TB Simatupang
Tempa Perspektif Bisnis Global di Asia, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Ikuti Study Abroad di National Chengchi University, Taiwan
Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan
Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya
Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global
Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia
LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:04 WIB

Jalur KA Cibeber–Lampegan Tidak Dapat Dilalui Akibat adanya Gogosan, Demi Keselamatan, Perjalanan KA Siliwangi dibatalkan

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

Perdana Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik dengan Standar Korea Selatan di Siloam Hospital TB Simatupang

Minggu, 19 April 2026 - 08:03 WIB

Tempa Perspektif Bisnis Global di Asia, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Ikuti Study Abroad di National Chengchi University, Taiwan

Minggu, 19 April 2026 - 08:03 WIB

Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

Minggu, 19 April 2026 - 08:03 WIB

Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru

Berita

Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

Minggu, 19 Apr 2026 - 08:03 WIB

Berita

Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya

Minggu, 19 Apr 2026 - 08:03 WIB