Jawa Tengah Sumbang 116 Medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Jan 2026 06:01 22 jatengvox

Jatengvox.com – Kontingen Indonesia tampil gemilang di ASEAN Para Games XIII Thailand 2025. Dengan total raihan 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu, Indonesia sukses mengakhiri ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara itu di peringkat kedua klasemen akhir.

Di balik capaian nasional tersebut, atlet-atlet asal Jawa Tengah menjadi salah satu kekuatan utama.

Dari total medali Indonesia, atlet Jateng menyumbangkan 44 emas, 34 perak, dan 38 perunggu, atau setara 32,52 persen dari keseluruhan perolehan Merah Putih.

Kontribusi ini bahkan melampaui target awal yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, M Masrofi, menyebut sejak awal pihaknya menargetkan kontribusi atlet Jateng berada di angka 30 persen dari total medali nasional. Hasil di Thailand justru melampaui ekspektasi tersebut.

“Total atlet Jawa Tengah meraih 116 medali, terdiri atas 44 emas, 34 perak, dan 38 perunggu. Kontribusinya sekitar 32,52 persen dari total perolehan medali Indonesia,” ujar Masrofi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).

Baca juga:  Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi

Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet disabilitas di Jawa Tengah berjalan di jalur yang tepat.

Masrofi menilai salah satu kekuatan atlet Jawa Tengah terletak pada kontribusi yang merata di berbagai cabang olahraga.

Dari total 16 cabang yang dipertandingkan di ASEAN Para Games 2025, atlet Jateng mampu menyumbang medali di hampir seluruh nomor unggulan.

Sejumlah cabang olahraga penyumbang emas antara lain:

Blind Judo

Para Powerlifting

Para Swimming

Para Cycling

Para Badminton

Para Athletics

Boccia

Para Chess

Para Table Tennis

Baca juga:  Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo 2025–2030, Momentum Penguatan Kepemimpinan Perempuan

Para Fencing

“Ini menunjukkan kualitas atlet kita tidak bertumpu pada satu atau dua cabang saja. Hampir semua sektor menyumbang prestasi,” ungkapnya.

Prestasi tersebut, lanjut Masrofi, tidak bisa dilepaskan dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI), khususnya yang selama ini berpusat di Kota Surakarta.

Ke depan, Jawa Tengah juga menyiapkan langkah strategis dengan mengembangkan pusat pembinaan atlet paralimpiade nasional di Dlingan, Karanganyar.

Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan, mulai dari talent scouting hingga peningkatan prestasi level internasional.

Baca juga:  Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan memberikan penghargaan khusus bagi para atlet yang berlaga di ASEAN Para Games 2025.

“Tentu kami akan memberikan penghargaan kepada atlet ASEAN Para Games yang nantinya diserahkan oleh Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Untuk besarannya masih kami susun,” kata Masrofi.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA