Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Iklim investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 menunjukkan performa yang kian solid. Di tengah dinamika ekonomi nasional, realisasi penanaman modal di provinsi ini justru melampaui ekspektasi.

Tak hanya melampaui target, komposisi investasinya pun mulai bergeser—dari dominasi industri padat karya menuju sektor-sektor padat modal bernilai besar.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah mencatat, realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun atau 112,98 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp78,33 triliun.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai basis industri alas kaki nasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, karakter investasi mulai berkembang.

“Selain alas kaki, sekarang mulai masuk sektor-sektor dengan nilai investasi besar dan teknologi tinggi,” ujar Sakina saat rilis kinerja investasi di kantor DPMPTSP Jateng, Kamis (22/1/2026).

Baca juga:  UMP, UMK, hingga Upah Sektoral Jawa Tengah 2026 Ditetapkan Serentak 24 Desember

Ia menyebutkan, sektor padat modal seperti industri fiber optik, alat kesehatan, karet dan plastik, hingga baterai mulai mencatatkan realisasi signifikan.

Salah satu contohnya adalah pembangunan pabrik anoda baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun. Selain itu, investasi industri ban di kawasan Jatengland Demak juga mencapai Rp1,08 triliun.

Menanggapi tren tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara investasi bernilai besar dan investasi yang menyerap banyak tenaga kerja.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi, Pemprov Jateng membuka peluang seluas-luasnya bagi investor, baik dari sektor padat modal maupun padat karya.

Baca juga:  Jateng Gandeng Pendidikan Vokasi untuk Jadi Penopang Pangan dan Industri Nasional

Pelayanan perizinan dan kepastian usaha terus diperkuat agar iklim investasi tetap kompetitif.

“Kami ingin keduanya berjalan beriringan. Sektor padat modal penting untuk meningkatkan nilai investasi, sementara sektor padat karya tetap dibutuhkan karena mampu menyerap tenaga kerja dan menekan pengangguran,” jelas Sakina.

Ia menambahkan, ekosistem industri alas kaki di Jawa Tengah masih sangat kuat dan tetap menjadi daya tarik utama bagi investor padat karya.

Dari total realisasi investasi 2025 sebesar Rp88,50 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat mencapai Rp37,64 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp50,86 triliun.

Total proyek yang terealisasi mencapai 105.078 proyek dengan serapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 418.138 orang.

Angka ini mempertegas peran strategis investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja.

Baca juga:  Jateng Siapkan Relawan Literasi, Hidupkan 6.000 Perpustakaan Desa Lewat Gerakan Membaca dari Akar Rumput

Lima sektor dengan realisasi investasi terbesar meliputi:

  • Industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar Rp11,37 triliun

  • Industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, dan optik sebesar Rp9,70 triliun

  • Industri karet dan plastik sebesar Rp8,96 triliun

  • Industri tekstil sebesar Rp7,97 triliun

  • Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp7,47 triliun

Secara wilayah, Kabupaten Kendal masih menjadi tujuan favorit penanaman modal dengan nilai investasi Rp15,86 triliun. Posisi berikutnya ditempati Kota Semarang sebesar Rp11,15 triliun, disusul Kabupaten Demak Rp9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.

Dari sisi negara asal investor, Hong Kong masih berada di posisi teratas, diikuti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih
Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman
Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba
Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029
Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi
Diskomdigi Jateng Gandeng FISIP Undip, Kolaborasi Kampus–Pemprov Diperkuat untuk Gaungkan Pembangunan Daerah
12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang
Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:12 WIB

Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:17 WIB

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:08 WIB

Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:06 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:20 WIB

Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru