Mendagri Dorong Pembersihan Lumpur Pascabencana Sumatra Dipercepat

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap lambannya pembersihan lumpur pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, pembersihan material lumpur harus menjadi prioritas utama agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan efektif.

Hal tersebut disampaikan Tito saat mengikuti rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Tito, lumpur sisa banjir dan longsor kini menutupi berbagai akses vital, mulai dari jalan lingkungan, gang permukiman, hingga area usaha warga.

Baca juga:  Fenomena Anak Kecanduan Judi Online dan Pinjol, Kemenko PMK Minta Peran Keluarga Diperkuat

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut akan terus menghambat mobilitas masyarakat sekaligus memperlambat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi korban bencana.

Pembersihan lumpur menjadi salah satu temuan utama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR saat melakukan peninjauan lapangan.

Dalam rekomendasinya, DPR meminta pemerintah mempercepat langkah-langkah teknis pembersihan agar wilayah terdampak bisa kembali berfungsi secara normal.

Tito menyatakan pemerintah sepakat dengan rekomendasi tersebut. Ia menilai, keberadaan lumpur di daratan bukan sekadar persoalan estetika, melainkan menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan pemukiman warga.

“Di daratan, itu di gang-gang, rumah-rumah, toko, dan lain-lain. Ini harus dibersihkan secepatnya,” ujar Tito dalam rapat koordinasi tersebut.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Cyber Bullying di SDN 1 Trayu

Selain di kawasan permukiman, Tito menekankan pentingnya pembersihan lumpur di aliran sungai.

Endapan sedimen pascabencana dinilai berpotensi mengganggu alur air dan memicu banjir baru, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Ia menjelaskan, pendangkalan sungai akibat sedimentasi membuat daya tampung air menurun drastis.

Akibatnya, hujan dengan intensitas ringan sekalipun dapat menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

“Kalau hujan sedikit saja, airnya tumpah ke kanan-kiri dan menimbulkan banjir baru. Tumpukan sedimennya luar biasa banyak dan harus segera dilakukan pembersihan,” tegasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru