BNPB Targetkan Sekolah di Sumatra Kembali Aktif Awal Januari 2026

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya pemulihan sektor pendidikan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana alam terus dikebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan para pelajar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar pada awal Januari 2026.

Target tersebut dinilai realistis seiring progres pembersihan dan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, longsor, dan bencana lainnya pada akhir November lalu. Sejumlah sekolah yang sempat tertimbun lumpur dan material banjir kini telah memasuki tahap pemulihan intensif.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penetapan target awal Januari mempertimbangkan kalender pendidikan nasional. Umumnya, semester genap tahun ajaran baru mulai berjalan pada pekan kedua Januari.

“Minggu pertama Januari, beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya terdampak lumpur dan kerusakan ringan sudah dapat kembali difungsikan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, percepatan pemulihan ini dilakukan agar proses pendidikan tidak mengalami jeda terlalu panjang, terutama bagi siswa yang sempat kehilangan akses belajar akibat bencana.

Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat dan belum memungkinkan digunakan kembali, BNPB menyiapkan solusi sementara berupa tenda darurat. Tenda-tenda tersebut akan difungsikan sebagai ruang kelas sementara hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah selesai dilakukan.

“Nanti proses belajar mengajar akan dilakukan di tenda-tenda sementara. Ini langkah darurat agar hak siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan tetap terpenuhi,” jelas Abdul Muhari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 21 Gelar Pelatihan Desain Grafis Berbantuan Canva untuk Tingkatkan Kreativitas Masyarakat

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan, khususnya bagi siswa di daerah yang mengalami dampak paling parah.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 19 Desember 2025, tercatat sebanyak 3.274 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan akibat rangkaian bencana di akhir November. Dampak tersebut dirasakan oleh 276.249 siswa, serta 25.936 guru dan tenaga kependidikan.

Kerusakan fasilitas meliputi ruang kelas, laboratorium, hingga sarana penunjang belajar lainnya. Kondisi ini membuat pemerintah pusat dan daerah harus bergerak cepat agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.

Baca juga:  Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyebut tingkat kesiapan operasional sekolah di tiap wilayah menunjukkan progres yang berbeda.

Untuk Sumatra Barat dan Sumatra Utara, kesiapan sekolah disebut sudah mendekati 90 persen. Sementara itu, kondisi di Aceh masih membutuhkan perhatian lebih, dengan tingkat kesiapan sekitar 65 persen.

“Di Aceh, 65 persen sekolah telah disiapkan untuk beroperasi kembali melalui pembersihan dan revitalisasi fasilitas. Untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat, kesiapan operasional sekolah sudah mendekati 90 persen,” kata Pratikno.

Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan agar kesenjangan layanan pendidikan antarwilayah tidak semakin melebar.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terbaru