IRA Hadir dengan Harga Agresif! Mampukah Layanan 5G FWA Ini Menjadi Penantang Fiber?

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pasar internet rumah di Indonesia kedatangan pemain baru yang belakangan ramai dibicarakan: Internet Rakyat (IRA).

Layanan berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) ini muncul dengan tawaran yang langsung menarik perhatian—kecepatan hingga 100 Mbps, tanpa batas kuota, dan tarif sekitar Rp100 ribu per 30 hari.

Model harga seperti ini jarang muncul di bisnis broadband rumahan yang selama ini didominasi penyedia fiber optik.

Yang membuat IRA berbeda adalah pendekatannya. Mengutip laporan Good News From Indonesia, layanan ini memanfaatkan BTS 5G sebagai jalur distribusi, bukan kabel fiber seperti internet rumahan pada umumnya.

Baca juga:  Kolaborasi Mahasiswa KKN dan Karang Taruna Hidupkan Malam Tirakatan 17 Agustus dengan Video Mapping yang Spektakuler

Dengan strategi tersebut, IRA tidak perlu menggali tanah atau menarik kabel panjang, sehingga proses ekspansi bisa jauh lebih cepat.

Keunggulan lain dari FWA adalah daya jangkau yang lebih fleksibel. IRA secara terang-terangan menyasar segmen yang selama ini kesulitan mendapat akses fiber:

kawasan perumahan yang belum dilalui kabel,

rumah kos,

pelajar dan pekerja WFH,

hingga UMKM kecil di daerah.

Pada fase awal, cakupan layanan diarahkan ke beberapa titik di Jawa, Maluku, dan Papua. Strategi ini patut dicermati karena biasanya layanan baru justru memulai ekspansi di kota besar.

Baca juga:  Mahasiswa KKN MIT Posko 21 Gelar Pelatihan Ecoprint untuk Siswa SDN 01 Kemitir

IRA memilih rute berbeda: memperkuat wilayah yang selama ini menjadi “blank spot” atau hanya mengandalkan WiFi komunitas.

Jika berhasil, pendekatan seperti ini bisa memberi dampak besar dalam pemerataan akses digital—hal yang selalu menjadi PR panjang bagi Indonesia.

Sebelum membuka layanan secara penuh, IRA menjalankan mekanisme pra-registrasi online. Calon pengguna diminta mengisi identitas, verifikasi OTP, dan menandai lokasi instalasi lewat peta digital.

Data ini bukan sekadar formalitas. IRA menggunakan informasi tersebut untuk:

memetakan daerah dengan minat tertinggi,

menentukan lokasi BTS yang harus diperkuat,

Baca juga:  Simulasi Cicilan KUR BRI 2025 dengan Bunga Ringan dan Tenor Panjang

menghindari jaringan kosong yang jarang dipakai.

Pendekatan berbasis data seperti ini terbilang efisien, sekaligus menunjukkan bahwa IRA ingin memastikan jaringan siap sebelum pelanggan benar-benar aktif.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru