Aturan Berbusana di Jateng Angkat Penjualan Batik dan Sarung, Layanan Tetap Lancar

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kebijakan bersarung atau bergamis bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ternyata tidak sekadar seremonial bernuansa budaya.

Di lapangan, penerapan aturan ini mulai menunjukkan dampak ekonomi, terutama bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi sarung dan batik.

Di Pasar Tiban Jumat Mugassari, Semarang, suasana para pedagang belakangan terasa berbeda. Salah satunya dialami Ainun, penjual batik asal Pekalongan. Ia mengaku omzet dagangannya naik signifikan sejak kebijakan tersebut diberlakukan.

Biasanya, kata dia, satu potong batik pun belum tentu laku dalam sehari. Namun sepanjang satu bulan terakhir, penjualan justru meningkat hingga satu kodi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 32 Gelar Sosialisasi Pembuatan Bubur Lelor sebagai MP-ASI Bergizi Untuk Tumbuh Kembang Anak di Dusun Krajan

“Alhamdulillah bisa lima sampai enam potong setiap Jumat. Sudah kira-kira satu kodi terjual,” ujarnya ceria.

Ainun membawa berbagai pilihan, mulai sarung batik hingga gamis dan baju batik dengan harga Rp50 ribu–Rp150 ribu. Ia berharap tren ini terus berlanjut. “Semoga pegawai tetap rutin pakai batik. Lumayan buat tambah rezeki,” tambahnya.

Meski pegawai mengenakan sarung atau gamis, pelayanan publik di berbagai sektor tetap berjalan normal. Di Kantor Samsat Semarang II Srondol, misalnya, antrean pembayaran pajak masih bergerak lancar seperti biasa.

Aji, salah satu wajib pajak, menilai tampilan petugas dengan sarung justru memudahkan masyarakat mengenali mereka. “Lebih familiar. Karena tampilannya beda dari pengunjung, jadi kelihatan mana petugasnya,” tuturnya.

Baca juga:  Belanja Hemat di Shopee 9.9 dengan Syariah Card: Diskon Hingga Rp120.000

Plt Kepala UPPD Samsat II Kota Semarang, Chairunisa, juga memastikan tak ada hambatan operasional. Ia melihat penggunaan sarung sekarang sudah selaras dengan ritme pekerjaan modern.

“Tuntutan kerja sekarang kan dinamis. Sarung dan gamis tidak mengurangi performa. Justru memberi suasana yang lebih menyejukkan,” ujarnya.

Di lingkungan pendidikan, kebijakan ini ikut memberi warna baru. Kepala SMAN 6 Semarang, Yuwana, mengatakan suasana sekolah terasa lebih egaliter setiap Jumat ketika guru dan tenaga kependidikan mengenakan sarung atau gamis.

Menurutnya, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal, bahkan lebih luwes. “Mengajar tetap nyaman. Jumat kami pakai sarung atau gamis, baju putih, dan sandal. Tidak mengurangi kualitas kelas,” katanya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 23 Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Leban Gelar Pelatihan Ecoprint

Yuwana juga menekankan bahwa kebijakan ini fleksibel. Guru tetap memakai seragam olahraga jika jadwal mengajar mengharuskan mereka bergerak lebih aktif. Sementara bagi guru nonmuslim yang tidak nyaman memakai sarung, mereka dibolehkan menggunakan celana seperti biasa.

“Intinya fleksibel dan saling menghormati,” imbuhnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jateng Genjot Kualitas Pertanian untuk Perluas Ekspor, Nilai Tembus Rp18,2 Triliun
TNI AL Kerahkan Empat KRI untuk Percepat Distribusi Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatra
Banyak Perempuan Berangkat ke Luar Negeri Tanpa Prosedur, Pemerintah Ingatkan Tingginya Risiko Eksploitasi
ESDM dan BMKG Ingatkan Potensi Bencana Susulan di Sumatera, Mitigasi Harus Diperkuat Segera
Pemprov Jateng Kirim Bantuan Darat ke Sumbar, Enam Truk Logistik dan Relawan Siap Bergerak
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 32 Resmi Mengakhiri Pengabdian di Desa Margosari Lewat Acara Penarikan dan Malam Perpisahan
Menag Ajak Umat Buddha Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan di Pasamuan Agung IV Walubi
Presiden Prabowo Tunda Kebijakan Libur Rapat Akhir Pekan Demi Percepatan Pembangunan Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 18:25 WIB

Pemprov Jateng Genjot Kualitas Pertanian untuk Perluas Ekspor, Nilai Tembus Rp18,2 Triliun

Minggu, 30 November 2025 - 14:31 WIB

TNI AL Kerahkan Empat KRI untuk Percepat Distribusi Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatra

Minggu, 30 November 2025 - 12:57 WIB

Banyak Perempuan Berangkat ke Luar Negeri Tanpa Prosedur, Pemerintah Ingatkan Tingginya Risiko Eksploitasi

Minggu, 30 November 2025 - 08:38 WIB

ESDM dan BMKG Ingatkan Potensi Bencana Susulan di Sumatera, Mitigasi Harus Diperkuat Segera

Minggu, 30 November 2025 - 06:02 WIB

Pemprov Jateng Kirim Bantuan Darat ke Sumbar, Enam Truk Logistik dan Relawan Siap Bergerak

Berita Terbaru