Posbankum Wajib di Seluruh Desa 2025, Perempuan dan Anak Jadi Prioritas Layanan

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Seluruh kepala desa (kades) di Indonesia kini memegang peran yang kian strategis dalam mengarahkan pembangunan yang berpihak pada perempuan dan anak.

Paradigma pembangunan pun bergeser: tidak cukup hanya membangun jalan, kantor desa, atau fasilitas fisik lainnya—tetapi juga memastikan kualitas hidup masyarakat benar-benar meningkat.

Pandangan ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa kades dan lurah merupakan pengambil keputusan penting di level terdekat dengan masyarakat, sehingga mereka memiliki posisi kunci dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif.

Menurut Arifah, keberhasilan pembangunan desa tidak bisa lagi hanya dilihat dari seberapa megah infrastruktur yang dibangun.

Baca juga:  IRA Hadir dengan Harga Agresif! Mampukah Layanan 5G FWA Ini Menjadi Penantang Fiber?

Lebih dari itu, pembangunan harus menyentuh aspek yang benar-benar dirasakan warga: rasa aman, kesejahteraan sosial, hingga lingkungan yang mendukung kesetaraan gender.

“Pembangunan tidak lagi diukur hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat. Ini termasuk rasa aman dan keadilan gender bagi seluruh warga,” tegasnya.

Arifah juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak bukanlah program sampingan, melainkan mandat negara.

Setiap aparatur desa, termasuk kades dan lurah, wajib memberikan perhatian serius agar tidak ada satu pun warga yang merasa kurang terlindungi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Palebon Kelompok 26 Lakukan Finishing Re-Design Taman TOGA di RW 05

Pernyataan Arifah menegaskan perlunya perubahan pola pikir di tingkat desa. Perempuan dan anak tidak boleh lagi sekadar menjadi penerima kebijakan, tetapi menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri.

Ini mencakup pelibatan mereka dalam musyawarah desa, penyusunan program, hingga evaluasi kegiatan.

Menurutnya, desa adalah titik awal pembentukan ekosistem perlindungan. Jika desa kuat dalam mengarusutamakan gender dan perlindungan anak, maka kebijakan di level kabupaten hingga pusat akan jauh lebih mudah berjalan.

“Tidak boleh ada satu pun perempuan atau anak yang merasa tidak terlindungi karena lemahnya respons aparatur pemerintah,” kata Arifah. “Ini tanggung jawab kita semua.”

Di sisi lain, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) juga menegaskan pentingnya peran kades dalam penanganan persoalan hukum di masyarakat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Merealisasikan Pasang Plang Jalan di Beberapa Titik Wilayah Kaligawe RW 05 Susukan

Tahun 2025 menjadi momentum penting, karena setiap desa dan kelurahan diwajibkan memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbankum).

Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Min Usihen, menjelaskan bahwa Posbankum akan menjadi ruang konsultasi yang dapat diakses siapa saja—tidak terbatas pada warga berpenghasilan rendah.

Kelompok perempuan dan anak pun harus mendapat prioritas, mengingat mereka kerap menjadi pihak yang rentan dalam kasus hukum maupun kekerasan.

“Posbankum kini diperluas bukan hanya bagi kelompok orang miskin, tetapi untuk semua kalangan, termasuk perempuan dan anak,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis
Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent
Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 April 2026 - 08:03 WIB

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Berita Terbaru

Berita

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:03 WIB