Mahasiswa KKN Posko 16 UIN Walisongo Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Peternakan menjadi Pupuk Cair Organik di Desa Karangmanggis

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 16 UIN Walisongo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Organik (POC) pada Rabu, 19 November 2025 yang bertempat di peternakan Kelompok Ternak Desa Karangmanggis, Kecamatan Boja.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen mahasiswa dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pertanian desa serta pengelolaan limbah peternakan secara lebih produktif dan ramah lingkungan.

Desa Karangmanggis memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Permasalahan yang terjadi adalah pengelolaan limbah peternakan selama ini masih belum optimal sehingga belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Mahasiswa KKN posko 16 berinisiatif untuk menciptakan solusi melalui pelatihan POC bertema “Optimalisasi Limbah Peternakan Menjadi Pupuk Cair Berkualitas”.

Kegiatan ini dilakukan mahasiswa KKN posko 16 dengan memberikan edukasi mengenai cara mengolah limbah peternakan menjadi produk bernilai guna bagi pertanian, yaitu pupuk organic cair (POC).

Baca juga:  Revitalisasi Pendidikan Nasional Tembus 85 Persen, Pemerintah Targetkan Rampung Awal 2026

Koordinator divisi ekonomi dan kewirausahaan KKN Posko 16 UIN Walisongo menyatakan tujuan diselenggarakanya pelatihan ini adalah untuk menciptakan solusi dan inovasi dalam pengolahan limbah peternakan yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organic cair.

Pupuk yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk para petani desa karangmanggis

Dalam pelaksanannya, Mahasiswa KKN Posko 16 dari divisi ekonomi dan kewirausahaan yaitu Shelila memperkenalkan metode pembuatan pupuk cair organik menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Bahan utama yang digunakan adalah limbah kotoran kambing atau masyarakat sekitar menyebutnya “mendil”.

Kotoran kambing difermentasi dengan menggunakan aktivator alami. Proses fermentasi ini dapat meningkatkan kandungan unsur hara, terutama nitrogen, sehingga menghasilkan pupuk cair yang lebih efektif untuk pertumbuhan tanaman baik tanaman hias, sayuran, maupun hortikultura lainnya.

Disamping itu, cara pembuatannya pun mudah, hanya memerlukan bahan seperti kotoran kambing, EM4 pertanian, molases/gula, dan air.

Baca juga:  Pemprov Jateng Kirim Bantuan Darat ke Sumbar, Enam Truk Logistik dan Relawan Siap Bergerak

Pelatihan berlangsung secara aplikatif, dimulai dari penyampaian materi mengenai manfaat dan prinsip kerja POC, dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk cair oleh peserta.

Pendekatan ini memberikan pengalaman nyata bagi masyarakat, sehingga mereka dapat kembali mempraktikkan prosesnya secara mandiri.

Langkah pembuatan Pupuk Organik Cair yang pertama adalah penyiapan semua bahan yang menjadi komposisi pupuk.

Bahan utama yaitu kotoran kambing sebagai sumber nutrient yang akan difermentasi, EM4 yang merupakan bioaktivator, molase atau gula untuk sumber makanan bakteri probiotik dan juga air.

Langkah kedua semua bahan tersebut dicampurkan dan dimasukan kedalam wadah yang tertutup.

Selanjutnya Ketika semua bahan sudah tercampur wadah yang sebagai reactor tersebut ditutup rapat karena proses fermentasi berlangsung secara anaerob.

Proses fermentasi ini membutuhkan waktu 7-14 hari untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.

Banyak peserta yang merasa bahwa keterampilan ini dapat menjadi solusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta membantu menekan biaya produksi pertanian.

Baca juga:  Stunting dan TBC Masih Mengkhawatirkan, Pemerintah Genjot Program Terpadu

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami jadi tahu cara mengolah limbah ternak menjadi pupuk cair siap pakai. Semoga ke depannya bisa diterapkan di lahan kami masing-masing,” ujar Bapak Jasmani selaku ketua kelompok tani desa Karangmanggis.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Reguler 16 berharap masyarakat Desa Karangmanggis mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki serta menerapkan sistem pertanian yang lebih efisien, murah, dan berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bukti bahwa inovasi pertanian dapat muncul dari pemanfaatan bahan-bahan sederhana yang selama ini kurang diperhatikan.

Dengan adanya pelatihan POC ini, mendorong masyarakat desa Karangmanggis untuk berinovasi dalam mengelola limbah peternakan secara bijak sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian menuju desa yang lebih mandiri dengan ketahanan pangan yang kuat.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru