Jateng  

Trans Jateng Siap Terintegrasi dengan Transportasi Lain, Akses Warga Jawa Tengah Bakal Makin Mudah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan langkah besar untuk meningkatkan layanan mobilitas warganya.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng, layanan Bus Trans Jateng akan segera diintegrasikan dengan berbagai moda transportasi lain, termasuk angkutan kota, angkutan desa, dan layanan transportasi online.

Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang lebih ringkas dan mudah diakses dari titik awal perjalanan.

Kepala Dishub Jateng, Arief Jatmiko, menegaskan bahwa integrasi ini dirancang agar masyarakat tidak lagi kebingungan mencari sambungan perjalanan setelah turun di halte.

Baca juga:  Wagub Taj Yasin Minta Warga Jauhi Area Longsor Majenang Sebab Risikonya Masih Tinggi

“Dengan integrasi layanan, warga bisa langsung melanjutkan perjalanan dari halte terdekat tanpa repot tambahan,” ujarnya seusai audiensi dengan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, di Semarang.

Hingga saat ini, Trans Jateng telah beroperasi di tujuh koridor utama. Jaringan tersebut meliputi:

Semarang – Bawen

Semarang – Kendal

Purwokerto – Purbalingga

Magelang – Purworejo

Solo – Sragen

Semarang – Grobogan

Solo – Wonogiri

Tak berhenti di situ, Dishub Jateng berencana memperpanjang beberapa rute agar layanan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu fokusnya adalah jalur aglomerasi Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang—wilayah yang selama ini dikenal ramai dengan mobilitas pelajar dan pekerja.

Baca juga:  Sekda Jateng Dorong Industri Olahan Ikan, Tekankan Gizi Seimbang bagi Masyarakat

Arief menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan jalur utama, terutama yang ramai dilewati pelajar, bisa terhubung dengan baik. Tujuannya jelas: memudahkan masyarakat menjangkau transportasi publik dari rumah masing-masing.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menekankan bahwa perluasan dan integrasi layanan ini juga menyasar kebutuhan pelajar.

Ia menyoroti fenomena banyaknya anak sekolah yang sudah mengendarai sepeda motor meski belum cukup umur untuk memiliki SIM.

“Ini soal keselamatan. Kita ingin anak-anak mendapat hak transportasi yang aman. Jangan sampai mereka harus melanggar aturan karena tidak ada pilihan transportasi lain,” jelasnya.

Baca juga:  Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun

Menurutnya, keberadaan Trans Jateng dapat menjadi solusi aman dan terjangkau, asalkan layanan tersebut tepat waktu dan menjangkau lebih banyak titik.

Ketepatan waktu juga dinilai sebagai kunci agar masyarakat mau beralih ke moda transportasi massal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *