Berita  

Mahasiswa KKN Reguler Posko 16 UIN Walisongo Semarang Melakukan Kunjungan UMKM Desa Karangmanggis

Jatengvox.com – Dalam upaya mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKN Reguler Posko 16 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan kunjungan UMKM di Desa Karangmanggis pada 2 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi serta tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di desa tersebut.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa berkesempatan berdialog langsung dengan para pelaku usaha lokal guna menggali informasi terkait proses produksi, pemasaran, hingga strategi pengembangan usaha.

Kunjungan yang pertama dilakukan di UMKM keripik singkong mbah mindar. UMKM keripik singkong bertempat di dusun siroto Desa Karangmanggis.

Mbah Mindar sendiri merupakan pemilik serta pelaku umkm keripik singkong. Usaha keripik singkong sudah lama dilakukan oleh Mbah Mindar dengan dibantu oleh cucunya.

“Keripik singkong dan keripik kimpul ini saya sendiri yang membuat, mulai dari proses pemotongan dengan menggunakan alat pasrahan sampai yang menggoreng keripiknya. Tapi untuk pengemasan dibantu oleh cucu saya, kalau ada pesanan banyak cucu saya membantu mewadahi keripiknya. Biasanya kalau pesanan banyak dari ibu PKK untuk acara PKK desa karangmanggis,” ungkap Mbah Mindar.

Baca juga:  Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Program Magang Nasional 2025, Kuota 20 Ribu Lulusan Baru

Produksi keripik singkong ini masih skala kecil. Mbah Mindar memproduksi sendiri keripik singkong dan keripik kimpul dengan alat-alat tradisional.

Produk keripik singkong dan keripik kimpul juga dikemas dengan sederhana menggunakan plastik kiloan lalu direkatkan dengan staples.

Mahasiswa KKN memiliki ide untuk menyumbangkan alat press untuk mempermudah proses pengemasan dan membantu memberikan label logo sebagai identitas produk.

Selain itu, mahasiswa KKN posko 16 juga membantu mempromosikan produk melalui media sosial, karena proses pemasaran keripik singkong ini masih dilakukan secara langsung dari pembuat ke pembeli yang kebanyakan dari warga sekitar.

Mereka datang langsung ke rumah Mbah Mindar dan beberapa ada yang menjadi reseller untuk dijual ke warung.

Kunjungan yang kedua dilakukan di UMKM produksi kue Bolen yang bernama “Mentus Cake n Cookies” yang berlokasi di dusun Bengkle RT 01 RW 02.

Baca juga:  Apa Itu B2B Tech Asia 2026? Pameran Teknologi Jakarta untuk Transformasi Digital Bisnis

Pemilik dari UMKM ini adalah ibu rumah tangga yang bernama Bu Supanti, yang akrab disapa Bu Panti.

Kegiatan kunjungan UMKM yang kedua dilakukan pada Hari Selasa tanggal 04 November 2025.

Saat kunjungan mahasiswa KKN disambut langsung oleh pemilik umkm yang memperkenalkan produknya yaitu kue bolen dan roti.

Mahasiswa KKN juga diajak melihat proses produksi dan diberi kesempatan untuk praktek langsung membuat adonan kue bolen.

Selain itu, Bu Panti pemilik UMKM Mentus Cake n Cookies ini juga berbagi ilmu dalam berwirausaha khususnya usaha dalam bidang kue atau makanan.

“Kalau kalian mau usaha makanan pilihlah inovasi produk yang susah untuk ditiru orang lain, atau yang orang lain tidak bisa atau susah membuatnya tapi kita bisa, itu yang bisa membuat usaha kita awet berjalan terus,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Perkuat Daya Saing UMKM Limpung lewat Pendampingan Digital

UMKM Mentus Cake n Cookies ini sudah berdiri kurang lebih 4 tahun dan di awal memulai usaha kue produknya sudah didaftarkan sertifikasi halal yang diadakan oleh pemerintah desa.

Proses produksi kue bolen sudah menggunakan alat modern seperti oven yang dulunya di awal memulai usaha hanya menggunakan satu oven, sekarang sudah terdapat dua oven besar untuk memanggang kue bolen.

Proses pemasaran yang dilakukan secara langsung dan juga melalui media sosial bu panti, oleh karena itu produk kue bolen ini bisa terdistribusi sampai ke wilayah semarang melalui reseller.

“Saya menjual harga produknya mulai dari 26 ribu mba per kotaknya, kalau sudah sampai tangan reseller yang daerah semarang itu harganya sudah sampai 35 ribu karena pesanannya COD mereka reseller mengambil kesini,” ujarnya.

Selain ke para reseller, produk kue bolen ini juga dipasarkan di warung dan pedagang kaki lima di sekitar desa Karangmanggis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *