BMKG Percepat Sistem Peringatan Dini Gempa dan Tsunami Hanya Tiga Menit, Indonesia Masuki Era Mitigasi Cepat

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mempercepat waktu sistem peringatan dini gempa dan tsunami menjadi maksimal tiga menit saja.

Langkah ini disebut sebagai terobosan besar dalam sejarah mitigasi bencana nasional.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan kabar tersebut pada penutupan Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRIP) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelumnya, peringatan dini baru bisa keluar setelah lima menit. Kini hanya butuh tiga menit untuk menyampaikan informasi penting ke masyarakat,” ujarnya, pada Minggu, 2 November 2025.

Menurut Dwikorita, percepatan ini bukan sekadar soal waktu, tetapi juga ketepatan dan keandalan data. Sistem baru tersebut kini terintegrasi dalam Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) yang beroperasi di Jakarta dan Bali.

Baca juga:  Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan

Salah satu kekuatan utama sistem baru ini adalah hadirnya Supercomputer for Multi-hazards Operations and Numerical Modelling (SMONG) — teknologi pemrosesan data gempa secara real-time yang mampu meningkatkan akurasi peringatan hingga lebih dari 90 persen.

“Superkomputer ini tidak hanya cepat, tapi juga cerdas dalam memproses ribuan data seismik dalam hitungan detik. Hebatnya lagi, superkomputer BMKG kini masuk dalam jajaran 500 besar dunia,” ungkap Dwikorita dengan bangga.

Selain penguatan teknologi, BMKG juga memperkuat kemampuan sumber daya manusia. Lebih dari seribu peserta dari berbagai instansi mengikuti lebih dari empat puluh pelatihan teknis terkait mitigasi bencana.

Baca juga:  Perancangan Media Informasi, Edukasi, dan Promosi CFD Berbasis Konsep Omotenashi oleh Mahasiswi KKN-T UNDIP

Pelatihan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga internasional.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menilai keberhasilan proyek IDRIP lahir dari refleksi panjang atas sejumlah bencana besar yang pernah mengguncang Indonesia, seperti gempa Palu, NTB, dan tsunami Selat Sunda pada 2018.

“Bencana memang tidak bisa kita hentikan. Tapi risikonya bisa kita kurangi dengan kesiapsiagaan yang lebih baik,” tegas Suharyanto.

Dengan sistem baru, informasi dari BMKG kini bisa diteruskan secara cepat hingga ke tingkat desa tangguh bencana. Mekanisme ini membantu mencegah kesalahan fatal seperti warga yang justru mendekati pantai saat air laut surut — fenomena yang dulu kerap terjadi akibat kurangnya pemahaman dan keterlambatan informasi.

Baca juga:  Menjaga Eksistensi Kesenian Lokal, Mahasiswa KKN-T Tim 5 Undip melakukan Penguatan Legalitas bagi Kelompok Kesenian Barongan

Proyek IDRIP sendiri merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Bank Dunia, dengan BNPB sebagai pelaksana utama dan BMKG sebagai mitra strategis.

Program ini menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam memperkuat sistem peringatan dini yang terukur, transparan, dan berdampak langsung bagi keselamatan masyarakat.

“Ini bukan hanya proyek, tapi wujud nyata tanggung jawab kita untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana,” kata Dwikorita.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan
Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya
School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri
Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula
Bawa Pulang Penghargaan Regional, IndoPsyCare Perkuat Layanan Mental Nasional Lewat Peresmian Klinik Utama
Silaturahmi Strategis BRI Region 6 dan PT Askrindo Perkuat Sinergi Kerja Sama
Gencatan Senjata Amerika-Iran Berakhir 21-22 April, Volume Trading USDT/IDR Bittime Meroket 85%

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 08:03 WIB

Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula

Berita Terbaru

Berita

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:03 WIB