Krisis Sampah Kota Besar, Pemerintah Genjot Infrastruktur dan Teknologi Pengelolaan Sampah

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Masalah sampah di kota-kota besar Indonesia kini berada pada titik kritis. Gunungan sampah yang menumpuk tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu bencana dan mengancam kesehatan masyarakat.

Pemerintah menegaskan, penanganan sampah tidak bisa lagi hanya bersifat sementara; dibutuhkan solusi teknologi dan infrastruktur hijau yang terpadu.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti kondisi ini. Ia menyebutkan, Jakarta sebagai contoh, memproduksi sampah sekitar 7.000–8.000 ton per hari.

Akumulasi sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa membahayakan lingkungan, terutama saat musim hujan.

Baca juga:  Semangat 17 Agustus di Dusun Krasak: Pawai Spektakuler, KKN Posko 86 UIN Walisongo Turut Sukseskan Dusun Krasak

“Gunungan sampah yang tinggi seperti gedung bertingkat bisa longsor saat banjir besar. Ini bukan hanya masalah kebersihan, tapi juga risiko kesehatan bagi masyarakat,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025.

AHY menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pengelolaan sampah. Tempat konversi sampah menjadi energi, serta TPA, harus dibangun dan diperkuat agar mampu mengatasi volume sampah yang terus meningkat.

Pendekatan berbasis teknologi menjadi salah satu solusi efisien yang memungkinkan sampah tidak hanya dikelola, tetapi diubah menjadi energi baru.

“Solusi ini harus efisien, terjangkau, dan berbasis teknologi. Dengan begitu, sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru menjadi sumber energi,” jelas AHY.

Baca juga:  Ratu Máxima Kunjungi Istana Negara, Prabowo Sambut dengan Cendera Mata Nusantara

Kementerian Lingkungan Hidup mencatat capaian signifikan dalam penanganan krisis sampah. Sebanyak 246 dari 343 TPA dengan sistem open dumping telah ditutup atau direvitalisasi.

Upaya ini menurunkan timbunan sampah nasional sebesar 21,85 persen, setara sekitar 12,37 juta ton per tahun.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menambahkan, langkah ini mendukung target Rancangan Pembangunan RPJMN Presiden Prabowo, yakni penanganan sampah 51 persen pada 2025 dan 100 persen pada 2029.

Untuk memperkuat penanganan sampah, KLH/BPLH membentuk Waste Crisis Center (WCC). Pusat ini bertugas memantau kapasitas TPA secara real-time dan mempercepat respon daerah yang menghadapi status darurat sampah.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gagas Inovasi Tahu Aci di Desa Tamanrejo, Dorong Kreativitas dan Ekonomi Warga

Dengan sistem ini, pemerintah dapat melakukan tindakan cepat sebelum masalah sampah berkembang menjadi krisis lingkungan yang lebih serius.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru