BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Okt 2025 10:31 8 jatengvox

Jatengvox.com – Warga Jawa Tengah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang melaporkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah, disertai petir dan angin kencang.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut kondisi cuaca pada pagi hari masih cenderung berawan.

Namun, memasuki siang hingga sore, hujan diprediksi mulai mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi,” tulis BMKG Ahmad Yani.

Sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Slawi, Brebes, Bumiayu, Majenang, dan Kajen.

Baca juga:  Program Speling Bawa Dokter Spesialis Langsung ke Desa Kragilan, Warga Antusias Nikmati Layanan Gratis di Lereng Merbabu

Daerah-daerah tersebut diperkirakan mengalami hujan lebat yang bisa disertai petir.

BMKG mengingatkan bahwa intensitas hujan tinggi berpotensi menimbulkan genangan air dan tanah longsor, terutama di daerah perbukitan.

Kondisi geografis yang berbukit seperti di Banjarnegara dan Wonosobo menjadi faktor risiko tambahan yang perlu diwaspadai oleh warga setempat.

Selain curah hujan tinggi, suhu udara di Jawa Tengah juga menunjukkan variasi cukup signifikan. BMKG mencatat suhu terendah berkisar antara 18–20°C di wilayah Wonosobo dan Temanggung, sedangkan suhu tertinggi dapat mencapai 34°C di Klaten, Semarang, dan Cilacap.

Baca juga:  Banjir Pekalongan Lumpuhkan Jalur Kereta, KAI Batalkan Puluhan Perjalanan

Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10 hingga 25 km/jam. Kondisi ini berpotensi memperkuat awan konvektif yang menyebabkan hujan deras disertai kilat.

Sementara itu, kota-kota seperti Semarang, Salatiga, Surakarta, Kudus, dan Magelang diperkirakan hanya mengalami hujan ringan hingga sedang.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan perubahan cuaca mendadak.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, melalui keterangan resminya, mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

“Kewaspadaan adalah kunci. Cuaca bisa berubah cepat, terutama saat memasuki puncak musim hujan,” ujarnya

Baca juga:  Pemprov Jateng dan ChildFund Kolaborasi Wujudkan Lingkungan Ramah Anak dan Dorong Minat Remaja di Sektor Pertanian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA