Mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS Ajak Ibu-Ibu PKK RT 4 Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Sep 2025 18:03 13 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program kerja besar berupa pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah.

Kegiatan ini diadakan pada Minggu sore, 28 September 2025, bertempat di salah satu rumah warga RT 4 Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK setempat.

Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan karena tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya solusi ramah lingkungan yang dapat bernilai ekonomis.

Selama ini, minyak jelantah sering kali dibuang begitu saja dan berpotensi mencemari lingkungan.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan cara memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang lebih berguna, yakni lilin aromaterapi.

Baca juga:  Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

Proses pembuatan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari penyaringan minyak jelantah agar lebih bersih, kemudian mencampurnya dengan bahan tambahan tertentu seperti lilin parafin, pewarna, dan esens aroma.

Setelah itu, adonan dicetak menggunakan wadah sederhana hingga akhirnya berbentuk lilin aromaterapi yang siap digunakan.

Mahasiswa KKN memberikan arahan sekaligus mendampingi ibu-ibu PKK agar dapat langsung mempraktikkan langkah-langkah tersebut.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Ibu-ibu PKK terlihat bersemangat mencoba setiap tahap, mulai dari mengaduk adonan hingga menuangkannya ke cetakan.

Beberapa bahkan tampak mendiskusikan potensi usaha dari produk ini. Salah satu ibu PKK mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN.

Baca juga:  Perkuat Dukungan Infrastruktur Air Krakatau Pipe Resmi Memulai Pengiriman Perdana Proyek Karian

“Kami senang sekali bisa belajar membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Selain bermanfaat untuk rumah tangga, ternyata juga bisa menjadi peluang usaha. Terima kasih untuk mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS yang sudah mendampingi kami,” ujarnya.

Program kerja ini diharapkan tidak berhenti hanya pada pelatihan, melainkan juga dapat menginspirasi masyarakat untuk terus mengembangkan keterampilan yang diperoleh.

Dengan kreativitas dan inovasi, limbah rumah tangga seperti minyak jelantah tidak lagi dipandang sebagai sampah, tetapi bisa diubah menjadi produk bernilai yang mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus menambah pemasukan keluarga.

Baca juga:  Bisnis B2B Makin Butuh Agency Spesialis: Uraga Digital Agency Jawab Kebutuhan Pasar

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Diwak.

Kolaborasi bersama ibu-ibu PKK menjadi bukti bahwa dengan semangat gotong royong, hal-hal sederhana pun dapat membawa perubahan positif.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA