Dosen Departemen IESP FEB UNDIP Berdayakan Perempuan Pengurus Pesantren melalui Kewirausahaan Berbasis Rumah Tangga

waktu baca 6 menit
Jumat, 25 Sep 2026 22:00 1 jatengvox

Pekalongan (25/9/2026) – Tim dosen Departemen Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin, Kota Pekalongan. Kegiatan pengabdian mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Pengurus Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin Melalui Kewirausahaan Berbasis Rumah Tangga” yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas perempuan pengurus pesantren dalam mengembangkan usaha produktif serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan komunitas pesantren.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen Departemen IE FEB UNDIP yang diketuai oleh Wahyu Widodo, S.E., M.Si., Ph.D., dengan anggota Dr. Evi Yulia Purwanti, S.E., M.Si., Maal Naylah, S.E., M.Si., Putri Rizka Citaningati, S.E., M.SEI., dan Dr. Arif Pujiyono, S.E., M.Si. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keilmuan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan ekonomi masyarakat. Dalam lingkungan pesantren, perempuan pengurus memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas pendidikan dan sosial sekaligus berpotensi mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Namun, pengembangan potensi tersebut memerlukan dukungan berupa peningkatan keterampilan kewirausahaan, kemampuan mengelola keuangan, serta pemahaman mengenai strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik usaha mikro.

Ketua tim pengabdian, Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan perlu didukung oleh penguatan kapasitas dan keterampilan praktis agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif. 

“Kami berharap kegiatan pengabdian ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas ekonomi perempuan pengurus Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin, khususnya melalui pengembangan kewirausahaan berbasis rumah tangga. Perempuan memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian keluarga dan masyarakat, tetapi potensi tersebut perlu diiringi dengan keterampilan kewirausahaan, kemampuan mengelola keuangan, serta strategi pemasaran yang tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peserta agar lebih percaya diri dalam mengenali peluang usaha dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang produktif, berkelanjutan, serta selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah,” ujar Wahyu Widodo.

Melalui program ini, tim pengabdian berupaya mendorong perempuan pengurus Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin agar mampu mengenali dan mengoptimalkan peluang usaha yang dapat dikembangkan dari lingkungan sekitar. Pendekatan kewirausahaan berbasis rumah tangga dipilih karena relatif fleksibel dan dapat disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya, waktu, serta tanggung jawab peserta dalam kehidupan keluarga dan aktivitas kepengurusan pesantren.

Baca juga:  Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UNDIP Jalani Job Training di Perpustakaan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelaksanaan program diawali dengan identifikasi kebutuhan dan pemetaan potensi usaha. Tahapan ini diarahkan untuk mengenali sumber daya yang tersedia, peluang pasar di lingkungan sekitar, serta berbagai tantangan yang dapat dihadapi peserta dalam memulai maupun mengembangkan usaha. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan materi pelatihan dan bentuk pendampingan yang relevan dengan kondisi serta kebutuhan perempuan pengurus pesantren.

Selanjutnya, kegiatan difokuskan pada penguatan keterampilan kewirausahaan praktis yang mencakup pengenalan peluang usaha, pengembangan dan inovasi produk, serta pengelolaan usaha sederhana. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan usaha dan rumah tangga, termasuk pentingnya memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha agar pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan perhitungan hasil usaha dapat dilakukan secara lebih teratur. Selain itu, pengenalan strategi pemasaran menjadi bagian penting dalam membantu peserta memahami cara menjangkau konsumen dan memperluas peluang penjualan sesuai dengan kapasitas usaha yang dimiliki.

Baca juga:  LRT Jabodebek Amankan 168 Barang Tertinggal, 47 Berhasil Dikembalikan ke Pemilik Selama Libur Lebaran 2026

Untuk memperkuat penerapan materi, program ini menggunakan pendekatan learning by doing atau pembelajaran melalui praktik langsung. Melalui pendekatan tersebut, peserta diarahkan untuk menerapkan pengetahuan kewirausahaan yang diperoleh dalam simulasi pengembangan produk dan pengelolaan usaha sederhana. Tahapan praktik juga menjadi kesempatan untuk mengenali aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha, mulai dari pemilihan produk, identifikasi calon konsumen, pengelolaan biaya, hingga penyusunan strategi pemasaran.

Kris Budi Yulianingsih, guru Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin sekaligus peserta kegiatan, menyampaikan bahwa penguatan pengetahuan kewirausahaan dapat memberikan wawasan tambahan bagi perempuan di lingkungan pesantren dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami mengenai pentingnya kewirausahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Materi tentang pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan sangat bermanfaat karena memberikan gambaran mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memulai atau mengembangkan usaha dari rumah. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perempuan di lingkungan pesantren semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan menghasilkan kegiatan usaha yang bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” ungkap Kris Budi Yulianingsih.

Selain menekankan aspek produktivitas dan pengelolaan usaha, kegiatan PKM ini mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi syariah dalam praktik kewirausahaan. Nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab, dan pemenuhan prinsip halal menjadi landasan penting dalam membangun kegiatan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan etika dan kemaslahatan. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan maqashid syariah, khususnya hifz al-mal atau perlindungan harta, yang menekankan pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan harta secara bertanggung jawab untuk mendukung kesejahteraan.

Baca juga:  Cetak Generasi Peduli Lingkungan, KKNT-141 UNDIP Hadirkan Sosialisasi Transisi Hijau di SMP Negeri 3 Mranggen

Program ini juga menempatkan pendampingan dan evaluasi sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan. Pendampingan diarahkan untuk membantu peserta mengenali kendala pengembangan usaha, mengevaluasi peluang yang tersedia, dan merumuskan langkah perbaikan yang dapat diterapkan secara bertahap. Sementara itu, evaluasi dan monitoring diperlukan untuk meninjau perkembangan kapasitas kewirausahaan peserta serta mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut agar manfaat program dapat berlanjut setelah kegiatan pelatihan selesai.

Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kewirausahaan berbasis rumah tanggselaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5: Gender Equality dan SDG 8: Decent Work and Economic Growth. Penguatan keterampilan dan akses terhadap pengetahuan kewirausahaan dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif. Di sisi lain, pengembangan usaha skala rumah tangga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif apabila disertai pengelolaan usaha yang baik dan upaya pengembangan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara tim dosen Departemen IESP FEB UNDIP dan Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin diharapkan dapat membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya inisiatif kewirausahaan di kalangan perempuan pengurus pesantren. Selain memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan praktis, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal serta mendorong tumbuhnya usaha produktif yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Departemen IESP FEB UNDIP berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pendampingan dan keberlanjutan program, pemberdayaan perempuan pengurus Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekonomi keluarga dan komunitas pesantren sekaligus memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

 

Penulis: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen IE FEB UNDIP

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA