Tim mahasiswa Teknologi Pangan UK Petra memperlihatkan hasil inovasi es krim sari kedelai pada acara LocaScoop di Surabaya. (Foto: Dok. UK Petra) Dalam upaya memperingati Hari Pangan Sedunia, mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Kristen Petra angkatan 2025 sukses menggelar acara LocaScoop di depan Laboratorium Program Studi Teknologi Pangan pada tanggal 19 Oktober 2026. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan diversifikasi pangan lokal di lingkungan kampus melalui pembagian es krim inovatif berbasis pangan lokal yaitu sari kedelai.
Berbeda dengan es krim yang umumnya menggunakan susu sapi, LocaScoop memanfaatkan sari kedelai sebagai bahan baku utama. Penggunaan sari kedelai menonjolkan potensi pangan lokal yang kaya protein dan lebih ramah lingkungan, serta menjadi alternatif bagi penderita lactose intolerant.
“Kami ingin ikut memeriahkan momen Hari Pangan Sedunia melalui kegiatan LocaScoop, Harapannya, inovasi ini bisa menjadi bukti nyata bahwa es krim berbasis sari kedelai juga bisa dinikmati oleh semua kalangan, dengan cita rasa yang lezat dan tekstur lembut yang tidak kalah dengan es krim pada umumnya,” ujar Henokh Marcello Justanto selaku ketua panitia acara LocaScoop.
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Kristen Petra yang terlibat dalam kegiatan LocaScoop yaitu Henokh Marcello Justanto sebagai ketua, Ekklesia Tirza Inefra sebagai sekretaris, Medelin sebagai bendahara, Nathannael Sachio Budiman, Angela Oktaviana Christine, Eklesyo Samuel Benedict Karundeng, Mas Juwita Purba, Jessie Juan, serta Gregorius Leopold Manteiro sebagai anggota.
Tim mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Kristen Petra berinovasi mengembangkan produk es krim ini dengan menyediakan tiga varian rasa.
Tentunya, pemilihan varian rasa es krim juga didasari bahan pangan lokal yaitu varian pisang ambon yang menghadirkan perpaduan rasa manis legit alami dari buah pisang ambon yang dihaluskan, sehingga menyatu sempurna dengan gurihnya karakteristik sari kedelai.
Selain itu, ada pula varian cokelat dikarenakan kakao yang merupakan bahan baku pembuatan cokelat adalah salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia. Pemilihan rasa cokelat didasari tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda terhadap cokelat.
Varian rasa ini dilakukan dengan menambahkan cokelat hitam dalam adonan es krim sehingga berhasil menyeimbangkan profil khas rasa kedelai dan menjadikannya favorit di kalangan mahasiswa maupun dosen yang hadir mencicipi.
Tentunya, produk es krim yang disediakan juga melibatkan varian rasa original yang menyoroti cita rasa autentik sari kedelai yang gurih dan ringan. Varian ini menjadi pilihan bagi civitas akademika Universitas Kristen Petra yang ingin menikmati kemurnian bahan dasar sari kedelai murni tanpa intervensi perasa tambahan.

Tidak sekedar membagikan es krim secara cuma-cuma, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aktivitas interaktif. Terdapat mini challenges bagi setiap mahasiswa atau civitas akademika yang ingin mencicipi es krim LocaScoop.
Sebelum menikmati kelezatannya, mereka ditantang untuk menebak bahan-bahan apa saja yang digunakan di dalam es krim tersebut.
Aktivitas ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus pemahaman pengunjung mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk pangan yang inovatif.
Antusiasme terlihat jelas dari panjangnya antrian di booth LocaScoop depan laboratorium teknologi pangan sejak pagi.
Acara ini diharapkan dapat memicu lahirnya lebih banyak inovasi dari para mahasiswa dan pegiat teknologi pangan di Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan dan menaikkan nilai jual komoditas pangan lokal. Akhir kata, selamat memperingati Hari Pangan Sedunia.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar