Menag Soroti Potensi Zakat Indonesia, Realisasi Masih Jauh dari Target

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Sep 2025 13:03 14 jatengvox

Jatengvox.com – Potensi zakat Indonesia diperkirakan bisa mencapai Rp220 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunan zakat saat ini baru menyentuh angka Rp41 triliun.

Fakta ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam acara Zakat Wakaf Funwalk yang digelar di Car Free Day Jakarta, pada Minggu, 21 September 2025.

“Zakat itu sudah terbukti, Rp41 triliun terkumpul. Itu baru seperberapanya. Kalau dikumpulkan semuanya yang berKTP Islam itu, maka seharusnya Rp220 triliun setiap tahun,” ujar Nasaruddin.

Acara yang diikuti 1.400 peserta ini merupakan rangkaian keenam dari kegiatan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) dalam rangka memperingati Maulid Nabi.

Hadir pula jajaran eselon Kementerian Agama, staf khusus Menteri Agama, hingga Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag.

Baca juga:  Menag Ajak Negara MABIMS Bangun Sinergi Keilmuan untuk Peradaban Islam Modern

Menag menegaskan bahwa wakaf seharusnya memiliki potensi yang lebih besar dibanding zakat.

Hal itu merujuk pada praktik di berbagai negara lain, di mana wakaf berperan besar dalam pembangunan sosial, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat.

“Wakaf itu seharusnya lebih besar pendapatannya daripada zakat. Di negara-negara lain, jauh lebih banyak wakaf daripada zakat,” jelas Nasaruddin.

Ia menekankan bahwa zakat dan wakaf tidak hanya sebatas kewajiban keagamaan, melainkan juga strategi konkret untuk memberdayakan ekonomi umat.

“Insya Allah ke depan, carilah kiat-kiat bagaimana menampung zakat, bagaimana menampung wakaf produktif ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Menko AHY Dorong Pemerataan Lewat Pengembangan Pelabuhan di Daerah Terluar

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan pentingnya terus menggelorakan zakat dan wakaf agar pengumpulan dan pendistribusiannya lebih maksimal.

“Zakat seperti yang Pak Menteri sering sampaikan kepada kami, harus terus digelorakan, harus terus dikampanyekan. Agar pengumpulan zakat makin maksimal, agar pendistribusian zakat juga makin memberikan dampak yang nyata kepada umat Islam,” kata Abu Rokhmad.

Lebih jauh, ia menyoroti peran wakaf dalam mendukung sektor pendidikan Islam, khususnya madrasah.

“Hari ini kami ingin menjadikan wakaf untuk madrasah, untuk pendidikan Islam, agar sarana dan prasarananya semakin layak, agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masa depan,” jelasnya.

Baca juga:  Digiten Memperkuat Dukungan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha di Area Bekasi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA