Dorong Kemandirian Air Bersih, Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik Unimal Latih Warga Reuleut Barat

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 22:00 1 jatengvox

Aceh Utara – Permasalahan kualitas air masih menjadi tantangan bagi masyarakat Desa Reuleut Barat, Kabupaten Aceh Utara. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan tim dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal), ditemukan sejumlah permasalahan pada air yang digunakan masyarakat sehari-hari, seperti kondisi air yang keruh, berwarna kuning, berkapur, hingga terasa agak asin. Kondisi tersebut mendorong tim dosen Unimal menghadirkan inovasi teknologi pengolahan air sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penerapan Teknologi Downflow Filtrasi Multi-Media Filter Berbasis Bahan Lokal sebagai Solusi Air Bersih Mandiri bagi Masyarakat Desa Reuleut Barat”, tim dosen dari Program Studi Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan alat filtrasi air kepada masyarakat pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Skema Pengabdian Pembinaan Desa Lingkungan yang didanai melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam DIPA Universitas Malikussaleh Tahun Anggaran 2026.

Program ini diketuai oleh Dr. Fikri Hasfita, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Kimia, dengan melibatkan tim dosen Teknik Lingkungan, yakni Aisyah Protonia Tanjung, S.T., M.R.E., Dewi Fitria Marlisa, S.T., M.T., Rahmatun Maula, S.T., M.T., dan Maisarah, S.Si., M.T., serta Lusyana Eka Wardani, S.P.W.K., M.P.W.K. dan A.R. Fuad Hasanuddin, S.T., M.Si dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Kegiatan ini juga melibatkan seluruh mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan dan Perencanaan Wilayah dan Kota.

Baca juga:  Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

Teknologi Downflow Filtrasi Multi-Media Filter yang diperkenalkan bekerja dengan mengalirkan air dari bagian atas ke bawah melalui beberapa lapisan media penyaring berbasis bahan lokal. Sistem ini dirancang sebagai alternatif pengolahan air sederhana yang dapat membantu mengurangi kekeruhan dan partikel tersuspensi sehingga memperbaiki kualitas fisik air untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai prinsip kerja teknologi filtrasi, tetapi juga dilatih secara langsung membuat alat penyaring air sederhana yang dapat digunakan di rumah masing-masing. Peserta diperkenalkan pada pemilihan bahan, penyusunan media filter, proses perakitan, hingga cara pengoperasian dan perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Tim pelaksana juga melakukan demonstrasi penyaringan menggunakan alat Downflow Filtrasi Multi-Media Filter, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung proses filtrasi serta membandingkan kondisi fisik air sebelum dan sesudah melewati media penyaring. Kegiatan tersebut turut mencakup pemasangan dan penyerahan unit filtrasi sebagai sarana penerapan teknologi sekaligus contoh bagi warga untuk mengembangkan alat serupa secara mandiri.

Baca juga:  Manfaatkan Galon Bekas, Mahasiswa KKN Undip Ajak KWT Bentak Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Cair

Ketua tim PKM, Dr. Fikri Hasfita, bersama tim pelaksana berharap teknologi yang diperkenalkan tidak hanya menjadi solusi alternatif terhadap permasalahan kualitas air, tetapi juga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pengolahan air secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh.

Penyerahan Alat Filter kepada perwakilan masyarakat Desa Reuleut Barat bersama tim PKM Universitas Malikussaleh

Kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu kekuatan kegiatan ini. Bidang Teknik Kimia berkontribusi dalam penerapan proses filtrasi, Teknik Lingkungan mendukung aspek kualitas air dan pengelolaan lingkungan, sedangkan Perencanaan Wilayah dan Kota memperkuat pendekatan pemberdayaan masyarakat serta keberlanjutan pemanfaatan teknologi di lingkungan permukiman.

Baca juga:  6 Manfaat Generative AI di Kurikulum Computer Science

Melalui kegiatan ini, Universitas Malikussaleh berharap masyarakat Desa Reuleut Barat dapat semakin mandiri dalam mengolah air untuk kebutuhan sehari-hari. Program tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui penerapan teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung serta mendorong peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA