Pengurus dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koorkom Walisongo Semarang berfoto bersama usai menggelar panggung refleksi “September Hitam” di depan Kampus 2 UIN Walisongo Semarang, Rabu (30/9/2026). Jatengvox.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koorkom Walisongo (Koorkom) Walisongo Semarang, menggelar agenda September Hitam 2026 di Depan Kampus 2 UIN Walisongo Semarang, Rabu (30/09/2026).
September Hitam tahun ini bertajuk “Panggung Refleksi Menolakjoa Hak-Hak yang Dirampas Rakyat yang Ditindas oleh Penguasa Culas”.
Acara ini dilaksanakan guna mengingatkan bahwa bulan September terdapat tragedi yang belum tuntas.
Muhammad Wildan Affandi, selaku Ketua Panitia September Hitam, menjelaskan bahwa agenda ini dilakukan karena pada bulan September terdapat tragedi-tragedi yang memiliki indikasi negatif dan memberikan dampak yang cukup siginifikan terutama dalam politik di Indonesia.
“Karena bulan September terdapat tragedi yang melekat. Terutama tragedi-tragedi yang memiliki indikasi negatif dan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam politik di Indonesia,” ungkap Wildan.
Menurutnya, penamaan September Hitam merujuk pada simbol kekelaman atas rentetan peristiwa tragis di Indonesia yang kerap terjadi pada bulan September.
“Karena hitam adalah sebuah kekelaman macam kekelaman di Indonesia sering terjadi di bulan September,” ucapnya.
Persiapan agenda September Hitam sudah dilakukan dari jauh hari. Namun eksekusi di lapangan kurang lebih 10 hari.
“Agenda kita ini persiapan dari jauh hari namun untuk eksekusi di lapangan hanya 10 hari menjelang tanggal 30 September,” jelasnya.
Selain itu, Muhammad Wildan Affandi, menambahkan bahwa tujuan agenda ini dilaksanakan untuk menunjukkan dan mengingatkan kita bahwa Indonesia ini memiliki masa-masa kelam.
“Tujuan agenda ini dilaksanakan untuk mengingatkan kita bahwa Indonesia memiliki masa-masa kelam,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan point penting yaitu kita hidup di negara cukup congkak. Tidak hanya keindahan yang terjadi tetapi ada sisi gelap yang harus diingat dan sisi gelap itu belum tuntas.
“Kita hidup di negara cukup congkak, tidak hanya sebuah keindahan terjadi tetapi ada sisi gelap ganghadus diingat,” tambahnya.
Dalam wawancaranya, Panca Reza Fauzi, selaku Ketua Umum HMI Korkom Walisongo Semarang, turut menyampaikan pendapatnya di agenda September Hitam.
“Karena September Hitam adalah bulan pengingat luka dan bangsa, banyak tragedi kemanusiaan dan pembungkaman kebebasan terjadi di bulan ini, agenda ini kami buat untuk melawan lupa dan merawat ingatan kolektif,” ungkapnya.
Panca menambahkan, bahwa September Hitam merupakan agenda tahunan HMI Korkom Walisongo, namun pada tahun sebelumnya sempat vakum karena fokus konsolidasi internal dan transisi kepengurusan.
“Ya, agenda September Hitam merupakan acara tahunan, tetapi tahun sebelumnya vakum karena fokus konsolidasi internal dan transisi kepengurusan,” tuturnya.
Sementara itu, Panca Reza Fauzi, selaku Ketum HMI Korkom Walisongo, mempunyai kesan, pesan dan harapan untuk kader HMI selingkup Korkom Walisongo.
“Kader HMI Korkom Walisongo masih punya gairah perjuangan yang tinggi, pesan jangan pernah lelah menjadi musa-musa kecil, selalu membaca, berdiskusi, dan bersuara,” katanya.
Di akhir penyampaian, Panca Reza Fauzi, selaku Ketum Korkom memberikan sepatah harapan untuk HMI Korkom Walisongo Semarang semoga Korkom Walisongo semakin solid, kritis, dan tetap menjadi rumah yang berwibawa namun santai.
“Harapannya korkom Walisongo semakin solid, semakin kritis, dan tetap menjadi rumah besar yang berwibawa namun. Tetap santai merangkul semua,” tutupnya.
Penulis: Rahmat Setiawan (Kabid PTKP HMI Korkom Walisongo Semarang)
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar