Jakarta,
01 Oktober 2026 – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7
yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus
2026 masih memberikan dampak bagi masyarakat terdampak. Selain kerusakan rumah
dan fasilitas publik, aktivitas gempa susulan juga membuat sebagian masyarakat
memilih bertahan di tempat pengungsian dan belum beraktivitas secara normal di
dalam rumah.
Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 5.000 jiwa mengungsi pada
fase awal bencana dan 47 orang meninggal dunia. Hingga 7 September 2026,
sebanyak 51.591 unit rumah telah melalui proses verifikasi dan validasi, atau
50,39% dari 102.384 unit rumah yang menjadi data awal sasaran pendataan di
tujuh kabupaten terdampak. Dari hasil verifikasi sementara tersebut, 2.382
rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan.
Data tersebut masih dinamis seiring proses verifikasi di lapangan.
Kondisi pascagempa
juga masih diwarnai aktivitas gempa susulan. BNPB mencatat sebanyak 3.002 gempa
susulan hingga 19 Agustus 2026, dengan gempa susulan terbesar mencapai
magnitudo 6,2. BNPB juga melaporkan bahwa sebagian masyarakat di Pulau Flores
masih memilih bertahan di tenda karena rasa takut dan kekhawatiran terhadap
guncangan susulan. Kondisi tersebut turut memperpanjang kebutuhan akan dukungan
dasar selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
Merespons kondisi
tersebut, PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) bersinergi dengan Yayasan Baitul
Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat
berdasarkan hasil asesmen lapangan di Kabupaten Nagekeo. Hasil asesmen
mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, khususnya dukungan
pangan, pengembangan dapur darurat, serta peralatan yang dibutuhkan untuk
mendukung penyediaan makanan selama masa tanggap darurat.
Atas kebutuhan
tersebut, BRIDS melalui YBM BRILiaN menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta yang
dialokasikan untuk pengadaan 100 paket sembako, dukungan dapur darurat, serta
kebutuhan distribusi dan operasional bantuan. Dukungan ini diproyeksikan
memberikan manfaat bagi lebih dari 200 jiwa, termasuk siswa, masyarakat
terdampak, penghuni pengungsian, serta pihak lain yang membutuhkan dukungan
selama masa tanggap darurat.
Plt.
Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, mengatakan bahwa penyaluran
bantuan melalui YBM BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRIDS untuk
menghadirkan kontribusi sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di
lapangan.
“Melalui BRIDS
Peduli, kami berupaya memastikan dukungan yang diberikan dapat menjawab
kebutuhan nyata masyarakat terdampak. Dalam kondisi pascabencana, pemenuhan
kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk mendukung masyarakat
melewati masa tanggap darurat dan memulai proses pemulihan. Ke depan, BRIDS
akan terus melihat ruang kontribusi yang dapat diberikan melalui program TJSL
agar manfaatnya dapat dirasakan secara relevan dan berkelanjutan oleh
masyarakat,” ujar Fifi.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari
pelaksanaan program TJSL BRIDS melalui BRIDS Peduli, yang diarahkan untuk
memberikan kontribusi sosial berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kondisi di
lapangan. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BRIDS terus mendorong
pelaksanaan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar