Kemkomdigi Kaji Wacana Satu Akun Medsos per Warga, Efektif Tangkal Hoaks?

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Komunikasi dan Digitak (Wamenkomdigi), Nezar Patria (Foto: Dokumentasi Kemkomdigi)

Wakil Menteri Komunikasi dan Digitak (Wamenkomdigi), Nezar Patria (Foto: Dokumentasi Kemkomdigi)

Jatengvox.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan satu akun media sosial untuk setiap warga negara.

Wacana ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin, 15 September 2025.

Menurut Nezar, ide tersebut masih dalam tahap pembahasan internal. Jika nantinya diterapkan, setiap warga hanya boleh memiliki satu akun aktif pada masing-masing platform media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wamenkomdigi menegaskan, rencana ini berkaitan erat dengan upaya pemerintah mewujudkan program Satu Data Indonesia (SDI).

Baca juga:  Pentingnya Literasi Media Digital di Tengah Arus Informasi yang Cepat

Melalui integrasi data, pemerintah ingin mempermudah pengawasan aktivitas digital masyarakat tanpa mengurangi kebebasan berekspresi.

“Kita lagi review wacana tersebut. Karena hal itu terkait dengan program satu data Indonesia,” kata Nezar.

Salah satu alasan kuat di balik wacana ini adalah maraknya penyalahgunaan akun ganda yang kerap dipakai untuk menyebarkan hoaks, melakukan penipuan, atau bahkan memicu perpecahan di masyarakat.

“Iya, itu salah satu solusi untuk menangkal hoaks. Intinya untuk memperkecil upaya scamming, serta memudahkan penelusuran informasi hoaks di ruang digital,” jelas Nezar.

Baca juga:  KemenPPPA Tetapkan Dua Program Prioritas 2026, DPR Ingatkan Risiko Pemangkasan Anggaran

Isu ini sebelumnya mencuat dari Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, yang menilai akun media sosial ganda seringkali menjadi pintu masuk penyalahgunaan.

“Akun ganda ini kan sangat merusak. Pada akhirnya bukan mendatangkan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pengguna asli,” kata Oleh.

Meski terdengar ideal, wacana ini tentu menuai tantangan. Banyak pengguna media sosial yang memiliki akun berbeda untuk urusan pribadi, pekerjaan, atau bisnis.

Pembatasan satu akun bisa menimbulkan perdebatan baru mengenai batas privasi dan ruang berekspresi warga di dunia digital.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD Negeri 1 Cacaban Bijak dalam Memilah Sampah

Di sisi lain, kebijakan semacam ini juga akan menuntut kesiapan teknologi verifikasi yang kuat, termasuk soal keamanan data pribadi yang kerap jadi sorotan publik.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan
Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan
Waspada Pekan Depan, Harga Emas Diprediksi Bergerak Melemah Sementara
Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan
Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua
BINUS @Malang Hadirkan REACH Out: Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus
Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi dalam Membangun Proses Bisnis Berkelanjutan
Melihat Arah Industri Konstruksi dari Perspektif Waringin Megah

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:03 WIB

Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan

Jumat, 17 April 2026 - 11:03 WIB

Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan

Jumat, 17 April 2026 - 11:03 WIB

Waspada Pekan Depan, Harga Emas Diprediksi Bergerak Melemah Sementara

Jumat, 17 April 2026 - 10:03 WIB

Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua

Berita Terbaru