Dari Limbah Jadi Produk Bernilai, KKNT Inovasi IPB 2026 Hadirkan Ecology Care di Desa Pasir

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:30 9 jatengvox

Jatengvox.com – KKNT Inovasi IPB Desa Pasir melaksanakan program kerja Ecology Care pada tanggal 7 Agustus 2026 di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Demak sebagai salah satu upaya untuk mengajak masyarakat Desa Pasir memanfaatkan limbah pertanian dan rumah tangga yang ada di sekitar.

Program ini berangkat dari banyaknya limbah organik, khususnya sisa hasil pertanian seperti bawang merah dan jerami, yang masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan untuk berbagai produk.

Kegiatan Ecology Care mencakup beberapa kegiatan, yaitu pembuatan ekoenzim dari limbah bawang merah, pembuatan baglog untuk budidaya jamur, serta pembuatan sabun cair berbasis MES (Methyl Ester Sulfonate) dengan tambahan ekoenzim.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Reguler 85 Posko 33 UIN Walisongo Gelar Senam Bersama Lansia di Dusun Mangli, Desa Pagertoyo

Ketiga kegiatan tersebut dipilih karena menggunakan bahan yang relatif mudah ditemukan dan dapat diterapkan kembali oleh masyarakat.

Pembuatan Ekoenzim dari Limbah Bawang Merah

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan ekoenzim menggunakan limbah bawang merah. Limbah yang sebelumnya tidak terpakai dikumpulkan dan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian difermentasi bersama gula merah atau molase dan air.

Selama proses fermentasi, masyarakat diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan dan cara penyimpanan ekoenzim hingga siap digunakan.

Pemanfaatan Jerami untuk Baglog Jamur

Selain limbah bawang merah, jerami juga dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan baglog jamur. Jerami dipotong dan direndam sebelum dicampurkan dengan bahan lain, kemudian dimasukkan ke dalam plastik baglog dan disterilisasi.

Baca juga:  Sinergi Strategis, BRI Life dan RS Awal Bros Group Hadirkan Standar Baru Layanan Kesehatan Premium

Setelah dingin, baglog dapat diinokulasi dengan bibit jamur dan ditempatkan pada kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan jamur. Pemanfaatan jerami ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif penggunaan sisa hasil pertanian yang masih tersedia di lingkungan desa.

Sabun Cair Berbasis Ekoenzim

Ekoenzim yang dihasilkan juga dimanfaatkan dalam kegiatan pembuatan sabun cair. Dalam praktiknya, MES dilarutkan menggunakan air hangat, kemudian ditambahkan garam, ekoenzim, dan essential oil. Masyarakat mengikuti proses pencampuran secara langsung hingga sabun siap digunakan.

Kegiatan ini sekaligus memberikan gambaran bahwa hasil pengolahan limbah dapat dikembangkan menjadi produk sederhana yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa SD Karanganom Belajar Kelola Uang Jajan

Sasaran dan Dampak Kegiatan

Kegiatan ini menyasar petani, ibu rumah tangga, dan remaja Desa Pasir. Masyarakat tidak hanya diberikan materi, tetapi juga diajak untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan.

Dengan demikian, pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai.

Melalui Ecology Care, KKNT Inovasi IPB Desa Pasir 2026 berharap pemanfaatan limbah dapat menjadi kebiasaan yang mulai diterapkan dari lingkungan sekitar.

Limbah pertanian dan rumah tangga yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan kembali melalui proses yang sederhana, sekaligus menghasilkan produk yang dapat digunakan maupun dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA