Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi bahaya narkotika bersama pemuda Dusun Jelok di halaman rumah Kepala Dusun Jelok, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya preventif dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan materi mengenai jenis-jenis narkotika, ciri-ciri pengguna, dampak bagi kesehatan fisik dan mental, hingga sanksi hukum bagi penyalahguna dan pengedar.

Kegiatan turut diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama pemuda dusun, di mana peserta diajak berbagi pandangan mengenai fenomena pergaulan remaja yang rentan terpapar narkotika di lingkungan sekitar.
Perwakilan pemuda Dusun Jelok, Alfian Dwi Cahya, menyambut baik kegiatan ini dan menilai sosialisasi semacam ini penting untuk terus digencarkan di lingkungan dusun.
“Kegiatan seperti ini penting banget buat kami anak muda, soalnya info soal narkoba itu masih banyak yang simpang siur. Setelah ikut sosialisasi ini, kami jadi lebih paham cara mengenali ciri-ciri orang yang terjerumus narkoba dan gimana cara menghindarinya. Semoga ke depan kegiatan kayak gini bisa rutin diadakan, biar makin banyak pemuda yang sadar dan bisa saling mengingatkan,” ujar Alfian.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN, Bagus Rian Kusuma Wardana, menjelaskan bahwa sasaran utama sosialisasi ini adalah pemuda dusun karena rentan berada di usia yang mudah terpapar pergaulan bebas.
“Kami memilih pemuda sebagai sasaran karena usia mereka itu masa-masa rawan terpapar pergaulan yang salah, apalagi kalau lingkungan sekitarnya kurang mendukung. Lewat sosialisasi ini kami berharap pemuda Dusun Jelok bisa jadi agen perubahan, minimal buat diri sendiri dulu, terus nular ke teman-teman sebayanya supaya sama-sama menjauhi narkoba,” ujar Bagus.

Senada dengan itu, mahasiswa KKN, Bagas Choirul Annas, menambahkan bahwa sosialisasi ini juga menjadi ruang bagi pemuda dusun untuk lebih terbuka membicarakan isu yang sering dianggap tabu.
“Topik narkoba ini kadang masih dianggap sensitif buat dibahas terbuka, padahal justru harus sering diobrolin biar nggak ada lagi yang malu atau takut cerita kalau ada masalah di lingkungannya. Kami senang pemuda Dusun Jelok antusias diskusi, itu tanda mereka memang peduli sama masa depan lingkungannya sendiri,” ujar Bagas.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 12 berharap pemuda Dusun Jelok dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika, sekaligus menjadi contoh positif bagi generasi muda di sekitarnya.
Penulis: Tim KKN UPGRIS 2026 Kelompok 12 Desa Pagersari
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar