KKN MMK UIN Walisongo Menyusuri Tradisi Saparan Banyu Urip, dari Sajian Warga hingga Panggung Warok

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 20:00 7 jatengvox

Jatengvox.com – Tradisi Saparan di Dusun Banyu Urip, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga budaya sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Tradisi tahunan yang berlangsung pada Rabu malam, 29 Juli 2026 tersebut diisi dengan silaturahmi warga dan pertunjukan kesenian tradisional.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Poko 03 yang mengabdi di Dusun Serut, Desa Gantang, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya menyaksikan rangkaian acara, mahasiswa KKN juga ikut berinteraksi dengan masyarakat melalui tradisi kunjungan dari rumah ke rumah.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berbincang bersama warga sekaligus menikmati berbagai hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah.

Baca juga:  KKN-R Tim II UNDIP Desa Gebang Rayakan Hari Anak Nasional melalui Film Edukatif dan Kegiatan Kreatif

Tradisi kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan dan keramahan masyarakat kepada tamu.

Setelah mengunjungi beberapa rumah warga, mahasiswa KKN bersama masyarakat berkumpul di sekitar panggung untuk menyaksikan pertunjukan kesenian yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB.

Salah satu kesenian yang ditampilkan adalah warok. Para penari tampil dengan kostum besar berambut panjang dan topeng khas serta diiringi alunan gamelan yang dimainkan secara langsung.

Di area panggung juga tampak kain putih yang menjuntai ke bawah dengan tulisan aksara Jawa yang dapat menambah nuansa tradisional dalam pertunjukan tersebut.

Baca juga:  Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Pertunjukan itu menarik perhatian warga dari berbagai kelompok usia. Anak-anak hingga orang tua memenuhi area sekitar panggung untuk menyaksikan kesenian yang menjadi bagian dari rangkaian Saparan.

Bagi masyarakat Dusun Banyu Urip, Saparan tidak sekedar menjadi acara tahunan tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diterima selama satu tahun terakhir.

Persiapan kegiatan dilakukan secara gotong royong, termasuk dalam menyiapkan berbagai sajian untuk para tamu yang berkunjung dari rumah ke rumah.

Keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda dalam pertunjukan kesenian, turut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

Baca juga:  SUCOFINDO Raih TOP CSR Awards 2026, Tegaskan Komitmen terhadap ESG dan Pembangunan Berkelanjutan

Melalui Saparan, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal dan terlibat langsung dalam kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Saparan di Dusun Banyu Urip memperlihatkan bahwa kebudayaan dapat terus hidup melalui keterlibatan masyarakat.

Perpaduan antara rasa syukur, gotong royong, silaturahmi, dan kesenian tradisional menjadikan Saparan tidak hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Gantang yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA