Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 123 mengadakan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi bersama ibu-ibu PKK Desa Kuwu, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Kuwu pada Senin (10/8/2026).
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah minyak jelantah agar tidak hanya menjadi limbah rumah tangga.
Minyak yang biasanya langsung dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan pemateri dari komunitas KerDUS (Kerajinan Daur Ulang Sampah), sebuah komunitas yang aktif bergerak di bidang pengolahan dan pemanfaatan sampah di Kabupaten Kendal.

Pemateri memberikan penjelasan sekaligus praktik mengenai proses pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi.
Kegiatan diikuti oleh sekitar 30 ibu-ibu PKK Desa Kuwu. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan, tetapi juga dapat melihat dan mengikuti langsung proses pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Salah satu peserta, Ibu Ngatemi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dan memberikan pengetahuan baru bagi ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan limbah rumah tangga.
“Program ini sangat membantu kami, terutama untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana minyak jelantah yang biasanya dibuang bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Jadi kami juga bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah,” ujar Ngatemi.
Perwakilan KKN UIN Walisongo Posko 123 menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan karena mahasiswa melihat adanya potensi minyak jelantah yang cukup mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi pemanfaatannya masih belum banyak dilakukan oleh masyarakat.
“Kami melihat minyak jelantah sebenarnya memiliki potensi untuk diolah kembali. Daripada dibuang begitu saja dan menjadi limbah, kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa minyak jelantah bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti sabun dan lilin aromaterapi,” jelas Rizka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 123 berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh ibu-ibu PKK Desa Kuwu. Selain membantu mengurangi limbah minyak jelantah, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat menjadi peluang untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Semarang Posko 123
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar