Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program ”PelatihanPembuatan Eco Ovitrap dari Botol Plastik Bekas sebagai Upaya Pencegahan DBD” di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini menyasar kelompok Ibu PKK RW 03 sebagai penggerak utama kesehatan keluarga di lingkungan RT/RW setempat.
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Klaten. Data menunjukkan bahwa kasus DBD di Klaten mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2024, bahkan melebihi jumlah kasus pada tahun sebelumnya. Kondisi ini menuntut adanya langkah antisipatif dan preventif yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam menekan populasi nyamuk vektor pembawa penyakit, yaitu Aedes aegypti.
Sebagai respons atas permasalahan tersebut, program kerja yang diusulkan berfokus pada pemberdayaan warga Desa Nganjat dalam upaya mandiri mengendalikan populasi nyamuk sekaligus memanfaatkan limbah botol plastik bekas menjadi benda yang bernilai guna tinggi. Eco Ovitrap merupakan perangkap telur dan nyamuk ramah lingkungan yang bekerja dengan memanfaatkan atraktan alami untuk menarik nyamuk bertelur atau menjebak nyamuk di sekitar pemukiman.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Tim II UNDIP memandu ibu-ibu PKK RW 03 secara langsung mengenai teknik pembuatan Eco Ovitrap menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah. Adapun bahan dan alat yang digunakan meliputi botol plastik bekas, plastik kresek berwarna hitam, ragi, gula, selotip, dan cutter.
Proses pembuatan dimulai dengan memotong botol plastik dan melapisi bagian dalam atau luar dengan plastik hitam untuk menciptakan kondisi gelap yang disukai nyamuk. Kemudian memasukkan larutan ragi dan gula yang menghasilkan gas karbon dioksida sebagai penarik alami nyamuk.
Metode pelaksanaan program ini dilakukan melalui sesi demonstrasi dan pelatihan praktik langsung (hands-on training) pembuatan Eco Ovitrap dengan botol plastik. Peserta diberikan penjelasan mengenai cara kerja perangkap, tata cara penempatan di sudut-sudut rumah yang rawan nyamuk, serta perawatan berkala agar perangkap tetap efektif.
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah masyarakat menjadi terlatih dalam membuat dan mengoperasikan Eco Ovitrap secara mandiri. Melalui pemasangan sejumlah Eco Ovitrap di setiap rumah warga, diharapkan populasi nyamuk Aedes aegypti di Desa Nganjat dapat dikendalikan dengan baik, sehingga risiko penyebaran penyakit DBD dapat ditekan secara signifikan melalui kolaborasi dan kemandirian warga.
Penulis : Muhammad Wira Radithya
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar