Sulap Sampah Botol Menjadi Lampu Hiasan Jalan, Mahasiswa KKN Undip Dorong Desa Nganjat Menuju Zero Waste

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:47 3 jatengvox

Jatengvox.com — Upaya menciptakan lingkungan desa yang bersih sekaligus menarik terus dilakukan oleh mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) bersama masyarakat Desa Nganjat. Salah satunya diwujudkan melalui program pengadaan lampu hias jalan yang memanfaatkan sampah botol plastik. Program yang diinisiasi oleh Ghozy Handaka Putra dari jurusan Teknik Listrik Industri ini menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja multidisiplin 2 dengan tema “Nganjat Zero Waste: Sinergi Inovasi, Edukasi, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan.”

Program tersebut menggabungkan dua aspek utama, yaitu pemanfaatan limbah dan penerapan teknologi sederhana. Sampah botol plastik yang selama ini berpotensi menjadi limbah lingkungan dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari ornamen lampu hias jalan. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berupaya mengurangi penggunaan material baru, tetapi juga memberikan fungsi baru terhadap barang yang sebelumnya sudah tidak digunakan.

Tahap awal kegiatan dilakukan dengan mengumpulkan botol plastik bekas yang tersedia di lingkungan sekitar. Botol kemudian dibersihkan dan dipersiapkan untuk digunakan sebagai bagian dari hiasan lampu. Mahasiswa menyesuaikan bentuk dan susunan botol agar dapat dipadukan dengan instalasi penerangan secara aman serta menghasilkan tampilan dekoratif yang sesuai dengan lingkungan jalan desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Booklet “Ekonomi untuk Semua” sebagai Media Literasi Ekonomi di Pojok Edukasi Desa Tegalsari

Pemanfaatan lampu hias berbahan botol bekas juga memiliki nilai tambah dalam menyambut momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Hiasan tersebut dapat memberikan suasana yang lebih semarak pada lingkungan Desa Nganjat sekaligus menjadi contoh nyata bahwa dekorasi perayaan tidak harus selalu menggunakan bahan baru.

Keterlibatan mahasiswa Teknik Listrik Industri juga memberikan dimensi teknologi dalam program tersebut. Pengadaan lampu tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga memperhatikan pemanfaatan instalasi listrik yang sesuai. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bentuk penerapan pengetahuan akademik mahasiswa dalam menjawab kebutuhan sederhana di lingkungan masyarakat.

Program ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam pelaksanaan KKN. Pemanfaatan sampah botol tidak berhenti pada kegiatan kerajinan, tetapi dikembangkan menjadi elemen dekorasi yang memiliki fungsi penerangan dan nilai estetika. Hal tersebut sejalan dengan semangat program multidisiplin 2 yang mengedepankan sinergi antara inovasi, edukasi, dan partisipasi masyarakat.

Baca juga:  Penerbangan Internasional Bandara Ahmad Yani Semarang ke Kuala Lumpur Resmi Dibuka Lagi, 8.553 Tiket AirAsia Ludes dalam Hitungan Hari

Melalui pengadaan lampu hias jalan berbahan sampah botol, mahasiswa KKN Undip berharap masyarakat Desa Nganjat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui langkah sederhana dan kreatif. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi dan pengembangan kreativitas masyarakat.

 

Penulis : Ghozy Handaka Putra

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA