Jatengvox.com — Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Nganjat, Kabupaten Klaten. Melalui program kerja multidisiplin 2 bertemakan “Nganjat Zero Waste: Sinergi Inovasi, Edukasi, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan”, Erinta Aulia Wardani, mahasiswa Program Studi Kimia, memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK RW 03 Desa Nganjat mengenai pembuatan sabun cair dari minyak jelantah.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh penggunaan minyak goreng dalam aktivitas memasak sehari-hari yang menghasilkan minyak jelantah sebagai salah satu limbah rumah tangga. Apabila dibuang secara langsung, minyak jelantah berpotensi mencemari lingkungan dan menyumbat saluran pembuangan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai alternatif pemanfaatan minyak jelantah agar tidak hanya menjadi limbah yang terbuang begitu saja.
Dalam kegiatan tersebut, Erinta memperkenalkan konsep pemanfaatan kembali minyak jelantah melalui proses kimia sederhana untuk menghasilkan sabun cair. Peserta diberikan penjelasan mengenai prinsip dasar reaksi saponifikasi, yaitu reaksi antara minyak atau lemak dengan basa yang menghasilkan sabun. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat dalam konteks pengelolaan limbah rumah tangga.
Selain menjelaskan proses pembuatan, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap pentingnya keselamatan selama proses pengolahan. Peserta dikenalkan dengan penggunaan alat pelindung diri serta kehati-hatian dalam menangani bahan yang digunakan selama pembuatan sabun.
Antusiasme ibu-ibu PKK RW 03 terlihat dari keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Melalui program ini, masyarakat diharapkan memiliki wawasan baru mengenai pengelolaan minyak jelantah sekaligus memahami bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai guna.
Kegiatan pembuatan sabun cair dari minyak jelantah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Selain mendukung penerapan prinsip zero waste, pemanfaatan minyak jelantah juga dapat mendorong kebiasaan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab di tingkat keluarga.
Penulis : Erinta Aulia Wardani
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar