Lindungi Identitas Produk, Mahasiswa FH Undip Sosialisasikan Pentingnya Perlindungan Merek Dagang ke UMKM

waktu baca 2 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 20:43 7 jatengvox

Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro menyelenggarakan rangkaian program kerja multidisiplin bertajuk “Integrasi Penguatan UMKM dan Potensi Wisata Desa Nganjat sebagai Model Pemberdayaan Berkelanjutan” di Aula Balai Desa Nganjat, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus optimalisasi potensi lokal desa.

Kegiatan yang dihadiri oleh perangkat desa, pelaku UMKM, dan warga setempat ini menghadirkan tiga program utama yang saling melengkapi, mulai dari aspek pengemasan produk, perlindungan hukum, hingga pengolahan limbah usaha.

Aischa Najma Phaedra Rengganis, mahasiswa Fakultas Hukum, menyampaikan program penguatan UMKM melalui aspek perlindungan hukum bagi pelaku usaha. Dalam pemaparannya, Aischa menekankan pentingnya perlindungan merek dagang bagi UMKM sebagai bentuk pengamanan aset usaha sekaligus upaya menghindari sengketa hukum di kemudian hari.

Baca juga:  UMKM Desa Leyangan Siap Naik Kelas, KKN UPGRIS Hadirkan Sosialisasi Branding dan Legalitas Produk

Aischa menyampaikan bahwa dalam sistem hukum merek di Indonesia berlaku asas first to file, yaitu hak atas merek diberikan kepada pihak yang pertama kali mendaftarkannya secara resmi, bukan kepada pihak yang pertama kali menggunakan.

Melalui penjelasan tersebut, Aischa menyoroti pentingnya kesadaran pelaku UMKM untuk segera mendaftarkan merek usahanya sejak dini. Hal ini dinilai krusial agar identitas produk tidak mudah ditiru atau diklaim oleh pihak lain, sekaligus memberikan kepastian hukum yang dapat mendukung pengembangan usaha ke pasar yang lebih luas.

Selain itu, legalitas merek juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas akses terhadap kerja sama bisnis dan pembiayaan.Penyuluhan ini turut membekali warga dengan pemahaman dasar mengenai prosedur pendaftaran merek serta manfaat jangka panjang dari legalitas usaha yang tertata dengan baik.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Tingkatkan Pengelolaan Bank Sampah Desa Tegalsari

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terutama pada sesi tanya jawab. Sejumlah pelaku UMKM aktif mengajukan pertanyaan terkait proses pendaftaran merek, biaya, serta kendala yang kerap dihadapi dalam praktik. Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya pemahaman peserta, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar pelaku usaha di Desa Nganjat.

Program tersebut merupakan bagian dari tema multidisiplin yang diusung oleh Tim KKN II Undip di Desa Nganjat, yang secara keseluruhan bertujuan membangun model pemberdayaan berkelanjutan melalui sinergi antara penguatan UMKM dan pengembangan potensi wisata desa.

Baca juga:  Amankan Arsip Keluarga dari Risiko Kertas Rusak, Mahasiswa KKN Undip Inisiasi Program Digitalisasi Dokumen di Desa Nganjat

Rangkaian kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga dan pelaku UMKM setempat, yang menyampaikan antusiasme atas materi yang disampaikan secara aplikatif dan relevan dengan kebutuhan usaha mereka sehari-hari. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dari program ini dapat diterapkan secara berkelanjutan guna mendorong kemajuan ekonomi dan lingkungan Desa Nganjat ke depannya.

 

Penulis : Aischa Najma Phaedra Rengganis

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA