Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja Multidisiplin 2 berupa pengadaan dan pemasangan tempat sampah organik dan anorganik beserta label pemilahan di Desa Kaliayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kaliayu dan dua masjid sebagai upaya mendukung tata kelola lingkungan desa yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Program tersebut merupakan bagian dari tema Multidisiplin 2, yaitu “Optimalisasi Tata Kelola Desa melalui Pengembangan Sistem Informasi dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Desa Kaliayu.”
Kegiatan dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas pemilahan sampah di beberapa lokasi umum desa, sehingga sampah organik dan anorganik berpotensi tercampur.

Melalui penyediaan fasilitas tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber.
Pelaksanaan program diawali dengan survei dan penentuan lokasi yang membutuhkan fasilitas tempat sampah. Mahasiswa kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Kaliayu untuk menentukan titik pemasangan yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Setelah lokasi disepakati, mahasiswa menyiapkan tempat sampah organik dan anorganik beserta label edukasi pemilahan sebelum selanjutnya dipasang di Balai Desa Kaliayu dan dua masjid yang telah ditentukan.
Ulyatur Rosyidah, mahasiswa Biologi Universitas Diponegoro sekaligus salah satu pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas pemilahan sampah diharapkan tidak hanya menjadi sarana tambahan, tetapi juga dapat mendorong kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dengan lebih baik.
“Kami berharap tempat sampah yang telah disediakan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi langkah awal untuk membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ulyatur Rosyidah.

Selain pemasangan tempat sampah, mahasiswa turut memberikan penanda yang membedakan tempat sampah organik dan anorganik.
Label tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali jenis sampah yang perlu dimasukkan ke masing-masing tempat.
Dengan adanya fasilitas yang jelas, proses pemilahan sampah di lokasi umum diharapkan dapat dilakukan secara lebih mudah dan terarah.
Kepala Desa Kaliayu, Ahmad Jazuri, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN melalui program tersebut.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tempat sampah organik dan anorganik dapat membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan pemilahan sampah sesuai jenisnya.
Program Multidisiplin 2 berhasil menghasilkan fasilitas tempat sampah organik dan anorganik beserta label pemilahan pada lokasi yang telah ditentukan.
Meskipun demikian, keberlanjutan program masih memerlukan perhatian, terutama dalam menjaga kondisi tempat sampah agar tetap terawat serta memastikan penggunaannya secara konsisten sesuai dengan jenis sampah.
Mahasiswa KKN berharap perangkat desa dan masyarakat dapat bersama-sama melakukan pemantauan terhadap kondisi dan penggunaan tempat sampah yang telah disediakan.
Kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik diharapkan dapat terus diterapkan sehingga fasilitas yang telah diberikan tidak hanya menjadi sarana sementara, tetapi dapat mendukung pengelolaan lingkungan Desa Kaliayu secara berkelanjutan.
Penulis/Reporter: Ulyatur Rosyidah (Mahasiswa KKN Reguler II UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar