Jatengvox.com — Menyikapi dinamika perekonomian global yang berdampak langsung pada harga bahan pokok harian, KKNT-T IDBU 15 Universitas Diponegoro menghadirkan program edukasi literasi keuangan yang aplikatif (20/7/2026). Melalui media booklet edukatif interaktif, mahasiswa mengedukasi kelompok ibu-ibu PKK Desa Banyudono mengenai keterkaitan fluktuasi mata uang asing terhadap pengeluaran dapur keluarga.
Kenaikan harga barang kebutuhan pokok kerap kali membingungkan para ibu rumah tangga. Fenomena menyusutnya daya beli tanpa adanya perubahan volume konsumsi harian menjadi pertanyaan mendasar di tingkat rumah tangga. Mengangkat persoalan realitas ini, mahasiswa KKN-T IDBU 15 UNDIP menyusun program kerja dengan menggelar sesi diskusi edukatif interaktif bersama kelompok ibu-ibu PKK dan warga setempat bertajuk “Dolar Naik, Uang Belanja Kok Cepat Habis?” yang bertujuan membedah konsep ekonomi makro ke dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Dalam kegiatan diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut, mahasiswa menjelaskan secara sederhana bagaimana dinamika kurs mata uang global dapat memengaruhi harga belanjaan sehari-hari. Sebagian besar warga belum menyadari bahwa berbagai bahan pokok yang dikonsumsi harian memiliki keterkaitan erat dengan komoditas impor yang dibeli menggunakan dolar AS.

“Banyak ibu-ibu yang bertanya kenapa harga tempe atau pakan ayam bisa naik, padahal belinya di pasar lokal. Melalui diskusi ini, kami mencoba menjelaskan bahwa bahan baku seperti kedelai, gandum untuk tepung dan mie, hingga komponen pakan ternak sebagian besar masih dipasok dari luar negeri menggunakan mata uang dolar,” ujar perwakilan mahasiswa KKN-T IDBU 15 UNDIP.
Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar, biaya pengadaan komoditas impor tersebut otomatis meningkat, yang kemudian berdampak pada naiknya harga jual di tingkat pedagang pasar hingga ke konsumen akhir.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi berlangsung dua arah, di mana para ibu rumah tangga aktif menyampaikan keluh kesah serta pengalaman mereka dalam mengelola keuangan keluarga di tengah kondisi harga yang tidak menentu.
Salah satu perwakilan warga Desa Banyudono, Ibu Oganis, mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif yang dibawakan oleh mahasiswa KKN-T UNDIP.
“Selama ini kami hanya bisa mengeluh kalau belanjaan makin mahal tanpa tahu sebab pastinya. Diskusi ini sangat membuka wawasan kami. Sekarang kami jadi lebih mengerti alasannya dan mendapat ide-ide praktis, seperti memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai sendiri agar bisa menghemat pengeluaran dapur,” tuturnya.
Melalui program edukasi dan diskusi interaktif ini, mahasiswa KKN-T IDBU 15 UNDIP berharap masyarakat Desa Banyudono dapat lebih cerdas, tangguh, dan adaptif dalam mengelola keuangan rumah tangga serta merespon dinamika ekonomi global di tingkat lokal.
Ditulis oleh: Nafisa Putri Zafira, Farsya Naurah Qurratu’aini, dan Aulya Tamara Tazq
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar