Jatengvox.com — Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja bidang sosial masyarakat melalui edukasi pembatasan gula, garam, dan lemak (GGL) bagi lansia di Posyandu Desa Pondok. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya pola makan sehat dalam menjaga tekanan darah dan mencegah risiko hipertensi.
Program tersebut dilaksanakan oleh Sofia Nurkharisma Yusuf dari Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dengan memanfaatkan booklet edukasi pembatasan GGL sebagai media penyampaian informasi. Pemilihan topik ini didasarkan pada hasil pemeriksaan tekanan darah yang menunjukkan bahwa hipertensi menjadi salah satu permasalahan yang cukup banyak ditemukan pada lansia di beberapa Posyandu Desa Pondok. Hasil pemeriksaan pada salah satu kegiatan Posyandu menunjukkan bahwa sebanyak 17 dari 21 lansia (80,95%) memiliki tekanan darah tinggi.
Kegiatan diawali dengan pengukuran tekanan darah kepada lansia yang hadir di Posyandu. Setelah dilakukan pemeriksaan, lansia mendapatkan konseling secara langsung mengenai hubungan pola makan dengan tekanan darah serta pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Edukasi disampaikan menggunakan booklet yang berisi informasi mengenai batas konsumsi GGL sehari-hari, contoh sumber gula, garam, dan lemak dalam makanan, serta tips sederhana untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat.
Dalam edukasi tersebut, lansia diperkenalkan dengan anjuran pembatasan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari, garam maksimal 5 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari, dan lemak maksimal 67 gram atau sekitar 5 sendok makan per hari. Informasi tersebut diberikan agar lansia lebih mudah mengenali jumlah konsumsi GGL dalam makanan sehari-hari dan dapat mulai melakukan pembatasan secara mandiri.
Penggunaan booklet dipilih agar informasi yang diberikan selama konseling tidak hanya diterima saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat dibaca kembali oleh lansia maupun anggota keluarga di rumah. Materi disajikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga lebih mudah dipahami dan dapat menjadi pengingat bagi lansia dalam menerapkan pola makan sehari-hari.
Salah satu lansia, Ny. S, menyampaikan apresiasinya setelah mengikuti edukasi. “Makasih, Mbak, atas edukasi pembatasan GGL-nya. Saya baru tahu kalau garam ada batasannya dalam sehari dan ternyata cuma satu sendok teh,” ungkap Ny. S.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap lansia dapat lebih memahami pentingnya membatasi asupan GGL sebagai bagian dari pola hidup sehat, terutama dalam membantu menjaga tekanan darah. Edukasi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia untuk lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari serta mendorong anggota keluarga untuk turut mendukung penerapan pola makan sehat di rumah.
Penulis : Sofia Nurkharisma Yusuf
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar