Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mendorong penguatan ekosistem wisata Desa Sendang melalui pengembangan storytelling, branding digital, fasilitas kebersihan, dan website wisata yang modern. Program tersebut diarahkan untuk membangun destinasi yang aman, profesional, dan berdaya saing.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program multidisiplin bertajuk “Penguatan Ekosistem Wisata Desa Sendang Menuju Destinasi yang Aman, Profesional, dan Berdaya Saing” yang dilaksanakan di Kantor PKK Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (11/8/2026) malam.
Kegiatan berlangsung pukul 19.30 hingga 21.30 WIB dan dihadiri sekitar 10 peserta dari luar mahasiswa KKN. Mereka terdiri atas pengurus BUMDes Sendang Pinilih, termasuk Direktur BUMDes, pilot paralayang Desa Sendang, serta Karang Taruna.
Empat mahasiswa menjadi pemapar utama dengan pendekatan yang saling melengkapi. Regina Dian Lestari mengangkat storytelling promosi wisata, Giannina Zahra Ardiansyah membahas penguatan branding digital, Rizka Nurul Laely mendorong optimalisasi fasilitas cuci tangan, sedangkan Ryan Sukma Purwojanarko mengembangkan website Desa Wisata Sendang.
Regina Dorong Cerita Wisata Sendang Menjangkau Lebih Luas

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Undip, Regina Dian Lestari, membawa program “Menulis Cerita Promosi Wisata Desa Sendang” dengan menekankan pentingnya narasi dalam konten promosi.
Menurut Regina, foto dan video yang menarik akan semakin kuat apabila disertai cerita yang mampu menggambarkan daya tarik serta pengalaman wisatawan ketika berkunjung.
Salah satu perhatian yang ditekankan adalah penggunaan bahasa Inggris dalam konten promosi. Langkah tersebut dinilai dapat membantu informasi mengenai destinasi Desa Sendang menjangkau calon wisatawan yang lebih luas.
“Konten promosi wisata tidak hanya perlu menarik secara visual, tetapi juga memiliki cerita yang dapat membuat orang tertarik untuk datang. Penggunaan bahasa Inggris juga penting agar informasi mengenai wisata Desa Sendang dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” ujar Regina.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat promosi Desa Sendang lebih komunikatif, sehingga tidak sekadar menampilkan keindahan destinasi, tetapi juga menyampaikan pengalaman yang dapat dirasakan wisatawan.
Giannina Dorong Wisatawan Jadi Promotor Desa

Penguatan promosi kemudian dilanjutkan melalui aspek branding digital oleh Giannina Zahra Ardiansyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip.
Giannina menilai wisatawan dapat menjadi bagian penting dalam mempromosikan Desa Sendang melalui User Generated Content (UGC). Foto, video, hingga ulasan yang dibagikan pengunjung setelah berwisata dapat menjadi promosi organik yang memperluas jangkauan destinasi sekaligus memberikan gambaran pengalaman secara langsung kepada calon wisatawan.
Dalam pemaparannya, Giannina menunjukkan contoh Umbul Ponggok, Klaten, dan Kalibiru, Kulon Progo, yang turut dikenal melalui konten yang dibagikan wisatawan di media sosial.
“Konten promosi digital itu penting, tetapi pengelola tidak harus bekerja sendiri. Wisatawan yang datang bisa ikut menjadi promotor dengan membagikan pengalaman mereka. UGC menjadi salah satu cara yang efektif karena kontennya datang langsung dari orang yang mengalami destinasi tersebut,” ujar Giannina.
Strategi serupa didorong untuk diterapkan di Watu Cenik dan Puncak Joglo dengan mengajak wisatawan membuat dan membagikan konten selama berkunjung.
Salah satu upayanya adalah memasang penanda ajakan UGC di titik-titik foto yang dilengkapi akun media sosial resmi, hashtag khusus, hingga kode QR yang memudahkan pengunjung mengakses akun wisata Desa Sendang.
Untuk meningkatkan partisipasi, pengelola juga dapat memberikan apresiasi kepada wisatawan yang turut mempromosikan destinasi, seperti mengunggah ulang konten terbaik maupun memberikan bentuk insentif lainnya.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari pengelola BUMDes. Eka, salah satu pengelola BUMDes, menunjukkan ketertarikannya untuk mempelajari secara langsung pembuatan konten promosi bersama Giannina dan Regina.
Rizka Perkuat Aspek Kebersihan dan Kenyamanan Wisatawan

Pengembangan ekosistem wisata tidak hanya menyentuh aspek promosi, tetapi juga kesehatan dan kenyamanan pengunjung.
Hal tersebut dibawa Rizka Nurul Laely, mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip Program Studi Ilmu Keperawatan, melalui program “Optimalisasi Fasilitas Cuci Tangan di Kawasan Wisata Desa Sendang.”
Rizka melihat fasilitas cuci tangan yang telah tersedia di kawasan wisata perlu didukung dengan media edukasi agar pengunjung terdorong untuk memanfaatkannya.
Media edukasi cuci tangan kemudian ditempatkan pada titik strategis di kawasan Watu Cenik dan Puncak Joglo.
“Fasilitas cuci tangan yang sudah tersedia perlu didukung dengan edukasi yang mudah dipahami pengunjung. Kami ingin mendorong kebiasaan mencuci tangan sekaligus mendukung terciptanya kawasan wisata yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujar Rizka.
Media tersebut memuat informasi mengenai pentingnya mencuci tangan pada waktu-waktu tertentu serta langkah mencuci tangan yang benar.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus menjadi bagian dari peningkatan kualitas pengalaman wisatawan di Desa Sendang.
Ryan Perbarui Website Desa Sendang Jadi Lebih Modern

Dari sisi teknologi, Ryan Sukma Purwojanarko, mahasiswa Fakultas Teknik Undip Program Studi Teknik Komputer, menghadirkan program “Pembuatan Website Desa Wisata yang Modern.”
Ryan melakukan pembaruan terhadap website Desa Sendang yang sebelumnya telah tersedia. Pengembangan dilakukan dengan memperbaiki tampilan agar lebih modern, menarik, dan mudah digunakan oleh wisatawan.
“Kami ingin website Desa Sendang tidak hanya memiliki tampilan yang lebih modern, tetapi juga dapat menjadi pusat informasi yang membantu wisatawan mengenal destinasi, paket wisata, produk UMKM, hingga profil desa dengan lebih mudah,” ujar Ryan.
Website tersebut menghadirkan sejumlah fitur seperti Beranda, Destinasi, Paket Wisata, Produk UMKM, dan Sejarah. Fitur-fitur yang telah tersedia sebelumnya diperbaiki dari sisi tampilan dan penyajiannya.
Ryan juga mengembangkan Etalase Produk UMKM untuk memperkenalkan produk-produk warga Desa Sendang secara digital.
Selain itu, fitur Profil memuat informasi mengenai BUMDes, visi dan misi, dasar hukum, serta kontak yang dilengkapi dengan peta lokasi.
Pengembangan tersebut diharapkan membuat website tidak hanya berfungsi sebagai media informasi wisata, tetapi juga menjadi pintu masuk digital bagi masyarakat untuk mengenal berbagai potensi Desa Sendang.
Pengembangan website tersebut mendapat respons positif dari Direktur BUMDes Sendang Pinilih, Sunarno. Ia menyambut baik inovasi yang dikembangkan mahasiswa dan melihat pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian penting dalam mendukung pengembangan potensi wisata Desa Sendang.
Keempat program tersebut menyasar aspek yang berbeda namun saling berkaitan. Regina memperkuat narasi promosi, Giannina mendorong wisatawan menjadi bagian dari branding digital, Rizka meningkatkan aspek kebersihan dan kenyamanan, sementara Ryan memperkuat akses informasi wisata melalui teknologi digital.
Program multidisiplin Pariwisata tersebut juga dijalankan anggota KKN lainnya di lokasi dan waktu berbeda. Muhammad Wisnu Alvin Syaghaf melaksanakan kegiatan di Kantor BUMDes bersama Sekretaris BUMDes, sedangkan Muhammad Syahid Kawali menjalankan program penguatan keselamatan wisatawan bersama pengelola Watu Cenik.
Rangkaian program tersebut melengkapi upaya penguatan ekosistem wisata Desa Sendang dari aspek promosi, fasilitas, teknologi, tata kelola, hingga keselamatan pengunjung.
Dukungan pengelola menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan program. Direktur BUMDes Sendang Pinilih, Sunarno, mewakili BUMDes dan masyarakat Desa Sendang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Undip yang telah mengabdikan diri di Desa Sendang.
Sunarno juga mengapresiasi berbagai kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, khususnya melalui program multidisiplin di bidang pariwisata yang dinilai dapat mendukung pengembangan potensi Desa Sendang.
Dengan berbagai pendekatan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip berupaya mendorong Desa Sendang tidak hanya dikenal karena potensi wisatanya, tetapi juga memiliki cerita yang kuat, promosi digital yang aktif, fasilitas yang mendukung kenyamanan, serta pusat informasi wisata yang modern.
Penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pengelola wisata, BUMDes Sendang Pinilih, Karang Taruna, dan masyarakat sehingga berbagai inovasi yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan pariwisata Desa Sendang.
Penulis : Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 di Desa Sendang, Wonogiri
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar