Jatengvox.com – Melimpahnya sampah organik berupa daun kering menjadi salah satu persoalan lingkungan yang cukup mengganggu di kawasan RW 07, mengingat wilayah ini dipenuhi oleh pepohonan jati yang menggugurkan daun dalam jumlah besar setiap musimnya.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 52 Kelompok 2 berinisiatif memberikan wawasan baru kepada warga bahwa sampah daun kering sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai jual, yaitu briket arang.
Selain menjadi solusi alternatif energi, pengolahan ini juga menjadi upaya nyata untuk meminimalisir sampah organik sekaligus mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka.
Program ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan peluang usaha baru dari pengolahan briket arang, poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan memanfaatkan limbah organik secara berkelanjutan, serta poin 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi kerusakan akibat pembakaran terbuka.
Sosialisasi Briket Arang di Rapat PKK RT 03 RW 07
Sebagai langkah awal, dilakukan sosialisasi pemanfaatan daun kering menjadi briket arang kepada ibu-ibu PKK RT 03 RW 07 pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu tampak memperhatikan dengan seksama materi yang disampaikan oleh Salima Galih Raihana, mahasiswa KKN Undip dari Program Studi Administrasi Publik. Antusiasme peserta terlihat jelas selama sosialisasi berlangsung.
Ibu-ibu PKK menunjukkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang kerap kotor akibat abu sisa pembakaran sampah terbuka, dan beberapa di antaranya bahkan menyampaikan ketertarikan untuk mempraktikkan langsung pembuatan briket arang.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi maupun praktik pembuatan briket arang ini diterima dengan sangat baik oleh ibu-ibu PKK.
Meski demikian, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan, terutama dalam menentukan sasaran sosialisasi yang tepat. Salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya mengumpulkan kelompok tani dalam satu forum, mengingat jadwal aktivitas antaranggota yang kerap kali bentrok satu sama lain.

Video Panduan Pembuatan Briket Arang
Menyikapi kendala dalam mengumpulkan kelompok tani, mahasiswa KKN Undip memutuskan untuk membuat video panduan pembuatan briket arang yang dapat diakses secara fleksibel oleh pihak PKK maupun Kelompok Tani.
Hal ini dirasa penting mengingat kelompok tani setempat memiliki aktivitas rutin di kawasan hutan jati, termasuk menanam kopi, dan tidak jarang melakukan pembakaran terbuka agar lahan tanam kopi tidak tertutup daun kering.
Melalui video panduan ini, baik ibu-ibu PKK maupun kelompok tani tetap dapat mempelajari proses pembuatan briket arang kapan saja tanpa terikat waktu sosialisasi tatap muka.
Video panduan tersebut secara resmi diserahterimakan kepada ketua kelompok tani, Bapak Agus Chrismoro, pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bentuk komitmen agar program ini dapat terus dijalankan secara mandiri oleh warga.
Lebih dari itu, pembuatan video panduan ini juga bertujuan untuk mengunci keberlanjutan upaya pengurangan limbah organik daun kering di tengah masyarakat RW 07, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan bahkan setelah program KKN berakhir.
Penulis: Salima Galih Raihana
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar