Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Desa Purwodadi melalui Edukasi K3, Keamanan Pangan, Keuangan, Branding, hingga Digitalisasi

waktu baca 7 menit
Selasa, 11 Agu 2026 20:00 6 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan Pendataan, Pelatihan, dan Pendampingan Digitalisasi, Keamanan Pangan, serta Keselamatan Kerja bagi pelaku UMKM Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu pelaku UMKM memahami pengelolaan usaha secara lebih tertata, mulai dari keamanan dan keselamatan proses produksi hingga pencatatan keuangan, branding, pemasaran digital, serta pendataan usaha.

Kegiatan pendampingan melibatkan enam mahasiswa KKN dengan materi yang saling melengkapi. Frans Manuel Sinaga membawakan sosialisasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi pelaku UMKM, Dian Hapsari Maulidina memberikan edukasi mengenai keamanan pangan, Salma Zahidah menyampaikan materi pencatatan keuangan sederhana, Alya Rizqina Fauziah memberikan edukasi mengenai branding produk, pemasaran melalui digitalisasi, serta pembuatan QRIS, sementara Yusi Setya Salsabilla dan M. Raihan Daffa berfokus pada pendataan UMKM.

Kegiatan diawali dengan pendataan UMKM yang dilakukan oleh Yusi Setya Salsabilla dan M. Raihan Daffa. Pendataan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan karakteristik usaha yang dijalankan masyarakat Desa Purwodadi.

Informasi yang dihimpun mencakup jenis usaha, produk yang dihasilkan, proses produksi, hingga kondisi pengelolaan usaha.

Data tersebut menjadi dasar untuk mengetahui kebutuhan pelaku UMKM sekaligus membantu mahasiswa dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing usaha.

Setelah mengetahui kondisi UMKM, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang disampaikan oleh Frans Manuel Sinaga.

Dalam materi tersebut, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan keselamatan selama proses produksi.

K3 tidak hanya diterapkan pada industri berskala besar, tetapi juga penting bagi usaha kecil untuk mencegah kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

Frans menjelaskan beberapa hal sederhana yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM, seperti menjaga kondisi area kerja tetap rapi, menggunakan peralatan sesuai fungsinya, berhati-hati ketika menggunakan alat yang berpotensi menimbulkan cedera, serta memperhatikan kebersihan dan keamanan tempat produksi.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku UMKM bahwa keselamatan kerja merupakan bagian penting dari keberlangsungan usaha.

Selanjutnya, Dian Hapsari Maulidina memberikan sosialisasi mengenai keamanan pangan. Materi ini menekankan bahwa produk yang aman dan higienis merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Baca juga:  Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair Oktober 2025, Begini Cara Cek Nama Penerima

Keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan produk, tetapi juga mencakup pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga penyajian produk.

Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai penerapan kebersihan tangan dan peralatan, pemilihan bahan baku yang aman, penyimpanan bahan pangan dengan tepat, pencegahan kontaminasi silang, serta kebersihan lingkungan produksi.

Melalui penerapan langkah-langkah sederhana tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih aman, berkualitas, dan layak dipercaya oleh konsumen.

Dalam sesi tersebut juga dilakukan sharing session bersama pelaku UMKM. Pelaku usaha diberikan kesempatan untuk menceritakan praktik keamanan pangan yang selama ini telah diterapkan maupun kendala yang masih dihadapi.

Diskusi berlangsung secara dua arah sehingga mahasiswa dapat memberikan contoh penerapan yang sederhana dan realistis sesuai dengan kondisi usaha di Desa Purwodadi.

Selain keamanan pangan dan K3, pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan UMKM. Salma Zahidah memberikan edukasi mengenai pencatatan keuangan sederhana yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha tanpa membutuhkan sistem yang rumit.

Pelaku UMKM diperkenalkan pada pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin agar dapat mengetahui kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas.

Pencatatan sederhana juga dapat membantu pelaku UMKM membedakan antara uang usaha dan uang pribadi, mengetahui keuntungan yang diperoleh, serta menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan harga produk.

Dengan adanya pencatatan yang lebih teratur, pelaku UMKM diharapkan dapat mengambil keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Pada aspek pemasaran, Alya Rizqina Fauziah membawakan materi mengenai branding produk dan pemasaran melalui digitalisasi.

Pelaku UMKM diberikan pemahaman bahwa kualitas produk perlu didukung dengan identitas usaha yang menarik dan mudah dikenali.

Branding dapat dilakukan melalui penggunaan nama usaha, logo, label, kemasan, serta informasi produk yang jelas sehingga dapat membantu membangun citra dan daya tarik produk di mata konsumen.

Alya juga memperkenalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana untuk memperluas pemasaran. Penggunaan media sosial dan platform digital dapat membantu produk UMKM dikenal oleh konsumen di luar lingkungan sekitar Desa Purwodadi.

Selain itu, pelaku UMKM diperkenalkan dengan pembuatan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran digital yang dapat memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi.

Sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang diberikan, mahasiswa KKN menghasilkan beberapa luaran yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Desa Purwodadi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Jamu Herbal Pegal Linu

Luaran tersebut tidak hanya berupa media edukasi, tetapi juga perangkat pendukung digitalisasi yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Salah satu luaran yang diberikan adalah pembuatan dan pendampingan Google Maps bagi UMKM. Pencantuman lokasi usaha pada Google Maps diharapkan dapat membantu konsumen menemukan lokasi UMKM dengan lebih mudah.

Selain itu, keberadaan usaha pada platform digital tersebut dapat meningkatkan visibilitas dan memperkenalkan UMKM kepada calon konsumen di luar lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN juga memberikan desain logo bagi pelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan branding produk.

Logo dirancang sebagai identitas visual yang dapat digunakan pada kemasan, media promosi, maupun platform digital.

Dengan adanya identitas yang lebih jelas, produk UMKM diharapkan menjadi lebih mudah dikenali dan memiliki tampilan yang lebih profesional.

Luaran lainnya berupa pembuatan WhatsApp Catalog yang dapat digunakan sebagai media pemasaran produk.

Melalui katalog tersebut, pelaku UMKM dapat menampilkan foto produk, nama produk, deskripsi, serta harga dalam satu media yang mudah diakses oleh konsumen.

WhatsApp Catalog dipilih sebagai salah satu media yang praktis karena dapat dimanfaatkan melalui aplikasi yang sudah familiar digunakan oleh masyarakat.

Selain itu, mahasiswa KKN turut mendampingi pembuatan QRIS sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi sistem pembayaran UMKM.

Penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi konsumen sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital.

Tidak hanya memberikan luaran dalam bentuk digitalisasi, mahasiswa KKN juga menyediakan poster edukatif yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM.

Poster pertama membahas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi UMKM, yang berisi informasi mengenai langkah-langkah sederhana untuk menjaga keselamatan selama proses produksi, penggunaan peralatan secara aman, serta pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang tertata dan minim risiko kecelakaan.

Poster kedua berisi edukasi keamanan pangan bagi UMKM. Poster tersebut memuat informasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan dan peralatan, pemilihan bahan baku yang aman, penyimpanan bahan pangan, pencegahan kontaminasi silang, serta menjaga kebersihan lingkungan produksi.

Media ini diberikan sebagai pengingat yang dapat ditempatkan di area usaha agar prinsip keamanan pangan dapat lebih mudah diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Sementara itu, poster ketiga membahas pencatatan keuangan sederhana bagi UMKM. Poster tersebut memberikan panduan praktis mengenai pencatatan pemasukan dan pengeluaran usaha, sehingga pelaku UMKM dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangan usahanya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UMP Sukses Ciptakan Varian Baru Keripik Pisang di Desa Doplang

Dengan media yang sederhana dan mudah dipahami, pelaku usaha diharapkan dapat mulai membiasakan diri melakukan pencatatan secara rutin.

Berbagai luaran tersebut dirancang agar kegiatan KKN tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi memberikan hasil yang dapat langsung digunakan oleh pelaku UMKM.

Google Maps membantu meningkatkan visibilitas usaha, desain logo memperkuat identitas produk, WhatsApp Catalog mendukung pemasaran, QRIS mempermudah transaksi, sedangkan poster K3, keamanan pangan, dan pencatatan keuangan menjadi media pengingat yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Seluruh materi dan luaran tersebut saling melengkapi dalam membangun pengelolaan UMKM yang lebih baik. Pendataan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi usaha, K3 membantu menciptakan proses kerja yang lebih aman, keamanan pangan menjaga kualitas dan keamanan produk, pencatatan keuangan membantu mengontrol kondisi usaha, sedangkan branding dan digitalisasi mendukung pemasaran serta peningkatan daya saing produk.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tim II Undip tidak hanya memberikan materi secara satu arah, tetapi juga berupaya membangun komunikasi dan pendampingan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi pelaku UMKM Desa Purwodadi. Setiap materi disampaikan dengan pendekatan sederhana agar dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM Desa Purwodadi menjadi lebih tertata dalam menjalankan usahanya. Penerapan keselamatan kerja dan keamanan pangan diharapkan mampu menjaga kualitas produk, sementara pencatatan keuangan, branding, Google Maps, WhatsApp Catalog, QRIS, dan pemasaran digital dapat membantu meningkatkan profesionalitas, jangkauan pemasaran, serta daya saing UMKM.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan media edukasi dan dokumentasi bersama pelaku UMKM. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat. Sementara bagi pelaku UMKM, pendampingan dan berbagai luaran yang diberikan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan usaha secara lebih aman, tertata, dikenal lebih luas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

 

 

Penulis: Frans Manuel Sinaga (Teknologi Rekayasa Perkapalan – SV), Dian Hapsari Maulidina (Akuakultur – FPIK), Salma Zahidah (Akuntansi Perpajakan – SV), Alya Rizqina Fauziah (Ekonomi – FEB), Yusi Setya Salsabilla (Matematika – FSM), dan M. Raihan Daffa (Administrasi Publik – FISIP).

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA