Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 melaksanakan program edukasi literasi keuangan bertajuk “Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi” bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (13/7/2026).
Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya yang dilakukan secara kolektif di satu lokasi, kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangi langsung tiap-tiap lokasi usaha, mulai dari produsen telur asin, keripik tempe, keripik pisang hingga brownies rumahan yang menjadi potensi ekonomi unggulan desa tersebut.
Program ini digagas oleh Muhammad Syadza Zidane Hidayat, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Ekonomi, sebagai bagian dari program sosial kemasyarakatan individu dalam rangkaian KKN.
Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya memisahkan arus kas usaha dari keuangan pribadi atau rumah tangga, disertai pengenalan konsep dasar seperti modal, omzet, biaya, dan cara sederhana menghitung keuntungan bersih menggunakan pencatatan manual.

“Banyak pelaku usaha yang sebenarnya berjualan setiap hari, tapi tidak pernah tahu pasti berapa keuntungan aslinya karena uang usaha dan uang belanja rumah tangga tercampur dalam satu tempat yang sama,” ujar Syadza menjelaskan latar belakang program ini.
Salah satu pelaku UMKM di Desa Sumub Kidul mengaku baru menyadari pentingnya mencatat transaksi usaha secara terpisah.
“Selama ini saya anggap remeh, uang jualan ya saya pakai buat kebutuhan apa saja. Setelah dijelaskan, baru sadar kalau ini bikin saya susah tahu untung usaha yang sebenarnya,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim menemukan tantangan tersendiri. Sejumlah pelaku UMKM masih menunjukkan keterbukaan yang terbatas ketika ditanya lebih detail mengenai kondisi keuangan usaha mereka, sesuatu yang dinilai wajar mengingat topik keuangan pribadi kerap dianggap hal yang sensitif untuk dibicarakan dengan pihak luar, termasuk mahasiswa KKN yang baru mengenal warga dalam waktu singkat.
“Responsnya bervariasi. Ada yang sangat terbuka dan antusias bertanya, tapi ada juga yang masih menjaga jarak soal detail keuangan usahanya. Itu kami pahami sebagai proses, tidak semua orang langsung nyaman membuka kondisi finansial ke orang baru,” tambah Syadza.
Meski demikian, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Sumub Kidul untuk mulai membiasakan diri memisahkan dan mencatat keuangan usaha secara sederhana, sebagai fondasi menuju pengelolaan usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan di masa mendatang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program multidisiplin dan sosial kemasyarakatan KKN Tim I Undip 2025/2026 di Desa Sumub Kidul, yang turut mencakup program digitalisasi UMKM, optimalisasi pengelolaan sampah, serta penguatan ketahanan pangan desa.
Penulis: Muhammad Syadza Zidane Hidayat, Tim KKN Desa Sumub Kidul, Kec. Sragi, Kab. Pekalongan
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar