Jatengvox.com – Beragam usaha masyarakat menjadi bagian dari geliat perekonomian Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Mulai dari kuliner, perdagangan, kerajinan bambu, hingga jasa dan usaha rumah tangga berkembang di tengah wilayah yang sebagian besar bercorak agraris tersebut.
Potensi itu kemudian menjadi perhatian Tim II KKN-R UNDIP Tahun Akademik 2025/2026 melalui program multidisiplin yang berfokus pada penguatan administrasi wilayah dan pengembangan UMKM berbasis digital.
Program bertajuk “Pengembangan UMKM Melalui Penguatan Administrasi Wilayah Desa Ngreden” tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa dengan memanfaatkan berbagai latar belakang keilmuan yang dimiliki kepada masyarakat.
Program ini tidak hanya menyoroti pengelolaan administrasi wilayah, tetapi juga melihat kebutuhan UMKM lokal untuk memperoleh akses informasi dan promosi yang lebih luas melalui media digital.
Desa Ngreden terdiri atas 15 RT dan 6 RW dengan karakter wilayah yang didominasi oleh kawasan agraris. Di tengah kondisi tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat berkembang melalui berbagai jenis usaha.
Mulai dari makanan tradisional dan usaha kuliner, perdagangan kebutuhan sehari-hari, kerajinan bambu, jasa logistik, hingga usaha manufaktur dalam skala rumah tangga. Keberagaman tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi lokal yang dapat terus dikembangkan.
Meski demikian, sejumlah UMKM di Desa Ngreden masih menghadapi kendala dalam memperkenalkan usahanya melalui media digital. Informasi mengenai lokasi dan keberadaan pelaku usaha juga belum seluruhnya mudah ditemukan, sementara sistem penataan dan identifikasi alamat wilayah masih perlu diperkuat. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi pelaksanaan program multidisiplin Tim II KKN-R UNDIP.
Melalui program ini, mahasiswa menggabungkan pendekatan di bidang administrasi wilayah dengan penguatan aspek digitalisasi UMKM. Upaya tersebut diarahkan agar informasi mengenai wilayah dan pelaku usaha di Desa Ngreden dapat tersusun dengan lebih baik sekaligus membantu UMKM setempat memiliki jangkauan informasi yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Aksesibilitas dan kejelasan navigasi geografis merupakan pondasi penting bagi kemajuan suatu daerah, baik untuk kelancaran distribusi logistik, kemudahan tamu luar daerah, maupun responsifnya pelayanan penanganan keadaan darurat.
Melihat banyaknya jalur persimpangan di area pemukiman warga yang berbatasan langsung dengan kawasan persawahan, tim KKN mendirikan papan penunjuk jalan di persimpangan jalan area RT 14. Pemasangan ini mempermudah alur mobilitas warga serta pengunjung yang berkunjung ke area industri lokal maupun pemukiman sekitar.

Sebagai langkah nyata penataan alamat fisik, mahasiswa KKN memproduksi dan memasang 50 unit nomor rumah eksklusif berbahan dasar akrilik di wilayah RT 13 / RW 04. Pemasangan secara terstruktur ini dilaksanakan pada Sabtu petang (08/08/2026) dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Seluruh penyerahan fisik atas luaran program administrasi wilayah ini diserahkan secara simbolis kepada para Ketua RT setempat pada Minggu (09/08/2026) sebagai penanda resminya pemanfaatan fasilitas navigasi baru tersebut oleh masyarakat.
Pada pilar perekonomian, Tim II KKN UNDIP menjalankan intervensi terpadu yang mencakup aktivasi pembayaran non-tunai (cashless), pemetaan berbasis lokasi (geotagging), serta penguatan branding visual usaha.
Dalam rangka mendorong inklusi keuangan modern di tingkat desa, mahasiswa memfasilitasi edukasi serta pendaftaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku usaha yang telah siap mengadopsi teknologi digital.

Pendampingan dilakukan secara personal hingga sistem pembayaran terintegrasi langsung dengan rekening perbankan pemilik usaha. Salah satu pelaku usaha penerima manfaat, pemilik usaha Seblak Prasmanan Neng Zafira, memberikan tanggapannya terkait inovasi ini.
“Alhamdulillah sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Sehari-hari orderan yang masuk memang banyak dari WhatsApp langsung chat pribadi ke saya, dan sekarang makin cepat transaksi pakai QRIS karena saldo langsung masuk ke bank BCA saya dan ada laporannya yang transparan lewat email,” paparnya.
Guna memperluas jangkauan pasar hingga ke luar batas wilayah desa, tim KKN meregistrasikan titik koordinat serta membangun profil bisnis digital bagi berbagai fasilitas umum, potensi wisata religi Makam Ki Ageng Perwito, serta deretan UMKM lokal. Beberapa titik usaha yang kini secara resmi dapat dicari melalui pemetaan digital antara lain Seblak Prasmanan Neng Zafira, Selepan Nando Beras, Kedai Mbak Lia, Markas Anak Kopi, hingga Toko Sembako Kembar.
Memahami pentingnya daya tarik visual dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, mahasiswa merancang desain logo, label kemasan produk, hingga banner toko. Salah satu bentuk realisasi program ini diserahkan kepada Pabrik Tahu Tahon Tegalsari salah satu unit usaha manufaktur pangan legendaris di Desa Ngreden yang telah beroperasi konsisten sejak tahun 1968.
Sebagai jaminan peninggalan program yang berkelanjutan (sustainability aspect), seluruh data primer yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan pemetaan lapangan diolah ke dalam Database Spreadsheet UMKM Desa Ngreden. Master data tersebut kemudian dikemas dalam bentuk cetak dan digital berupa “Buku Profil UMKM Desa Ngreden” yang merangkum secara komprehensif lanskap ekonomi Desa Ngreden yang terbagi ke dalam beberapa klaster usaha:
Menampilkan usaha warisan sejarah seperti Legondo, kuliner tradisional khas berbahan dasar beras ketan yang dibungkus janur dan telah dipertahankan resepnya lebih dari setengah abad (50 tahun) serta usaha kuliner modern seperti Warung Seblak Seuhhah, Warung Soto Mak Emi, dan Kedai Mbak Lia.
Mencakup Selepan Nando Beras, Selepan Cipta Karya, Selepan UD. Sumber Pangan, Monggo Tani, hingga Pengepul Doa Ibu.
Merangkum sentra industri rumah tangga seperti Gazebo dan Kerajinan Bambu, penyedia jasa CV. Ara Teknindo, layanan Sinar Laundry, hingga pembudidayaan tanaman melalui Parjono Anggur.
Keberhasilan program multidisiplin ini tidak lepas dari kolaborasi harmonis anggota Tim II KKN UNDIP yang menggabungkan berbagai latar belakang disiplin ilmu keahlian. Integrasi keilmuan dari bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Hukum, Ilmu Pemerintahan, Teknik Listrik Industri, Akuntansi Pajak, Ekonomi Islam, Administrasi Publik, Matematika, Ilmu Perpustakaan dan Informasi, hingga Psikologi memungkinkan pendekatan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara komprehensif dari berbagai sudut pandang.
“Desa Ngreden bukan sekadar kawasan agraris dengan hamparan sawah yang hijau, melainkan sebuah wilayah dengan masyarakat produktif yang mampu mengolah berbagai potensi sekitar menjadi sumber penghidupan berdaya saing tinggi,” ungkap perwakilan Tim KKN UNDIP saat penutupan program. Melalui serangkaian intervensi ini, Pemerintah Desa Ngreden dan para pelaku UMKM diharapkan memiliki pijakan data dan infrastruktur digital yang kokoh untuk melangkah menuju era kemandirian ekonomi desa.
Penulis: Kelompok 9 KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Ngreden TA 2025/2026.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar