Jatengvox.com – Maraknya ujaran kebencian dan komentar negatif di media sosial mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro tahun 2026 turun tangan mengedukasi generasi muda sejak usia sekolah dasar.
Salah satu mahasiswa dari Tim KKN Desa Kandeman, yaitu Muna Nadiah Hasanah dari program studi Sastra Indonesia menggagas program kerja bertajuk “Deteksi Dini Ujaran Kebencian: Edukasi Bijak Bermedsos bagi Siswa SD” yang menyasar siswa kelas lima di SD Negeri Kandeman 01, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Program kerja ini bertujuan untuk mengenalkan konsep ujaran kebencian kepada siswa SD sejak dini dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Siswa juga diajak untuk membangun kepekaan mereka dalam membedakan kata atau kalimat yang berpotensi menyakiti orang lain serta menumbuhkan kebiasaan berpikir sebelum berkomentar di media sosial.
Melalui program ini, siswa juga dapat mengenali dan menghindari ujaran kebencian sejak awal agar tercipta lingkungan media sosial yang lebih sehat.
Kegiatan yang berlangsung sekitar 60 menit ini dirancang dengan pendekatan interaktif agar mudah dicerna anak-anak.
Di awal sesi, siswa diajak bermain “Sortir Kritik”, yakni memilah kertas berisi kata dan kalimat ke dalam kategori baik atau buruk, sebelum diberi waktu untuk berpikir dan mendiskusikan alasan di balik pilihan mereka.
Setelah sesi permainan, mahasiswa memberikan pemaparan materi mengenai pengertian ujaran kebencian serta contoh-contoh komentar bernada negatif yang kerap muncul di media sosial.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, mengganti istilah akademis dengan sebutan yang lebih akrab bagi anak-anak seperti “kata-kata jahat” agar pesan tentang dampak buruk ujaran kebencian dapat dipahami.
Sebagai penutup, siswa diajak bermain memory games dalam bentuk kelompok bukan untuk menambah materi baru akan tetapi sebagai kegiatan yang melatih kefokusan dan ketelitian siswa dengan cara yang menarik.
Melalui kegiatan tersebut menciptakan suasana kelas yang lebih cair dengan jiwa kompetitif antarkelompok.
Program ini merupakan bagian dari kajian linguistik forensik dan beberapa kajian lainnya yang menyoroti bagaimana bahasa dapat digunakan untuk menyerang maupun melindungi seseorang di ruang digital.
Mahasiswa memperkenalkan kepekaan berbahasa sejak dini dengan harapan siswa tumbuh menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini turut mendukung salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 5 mengenai Kesetaraan Gender (Gender Equality).
Dua tujuan tersebut relevan karena ujaran kebencian di ruang digital kerap menyasar korban berdasarkan gender maupun identitas tertentu sehingga melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memberikan edukasi untuk bijak bermedia sosial dengan saling menghormati tanpa harus mendiskriminasi pihak lain.
Melalui program “Deteksi Dini Ujaran Kebencian” ini, mahasiswa berharap dapat memberikan bekal awal bagi siswa SD Kandeman 01 untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sehingga tercipta budaya bermedia sosial yang sehat sejak dini.
Penulis : Muna Nadiah Hasanah
Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Dian Safitri, S.P., M.Si
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar