Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Kelompok 3 Multidisiplin 2 turut mendorong pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Melati di Desa Tawangsari, Kabupaten Boyolali, melalui program “UPPKA Melati Naik Kelas”, (24/7/2026).
Program ini berfokus pada redesain kemasan dan produksi video iklan sebagai upaya memperkuat daya tarik serta citra produk UMKM lokal di tengah perkembangan tren pemasaran yang semakin kompetitif.
UPPKA Melati merupakan kelompok usaha masyarakat yang memproduksi berbagai olahan makanan, diantaranya karak, keripik pisang, keripik pare, stik beet, dan stik bawang.
Beragam produk tersebut memiliki potensi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, tetapi diperlukan penguatan dari sisi visual dan komunikasi pemasaran agar produk lebih mudah dikenali dan memiliki daya tarik yang sesuai dengan perkembangan pasar.

Di tengah persaingan produk makanan yang semakin mengandalkan tampilan visual dan pemasaran digital, kualitas produk saja tidak selalu cukup untuk menarik perhatian konsumen.
Kemasan menjadi salah satu titik pertama yang berinteraksi dengan calon pembeli, sementara media digital membuka peluang bagi produk lokal untuk dikenal melampaui lingkungan sekitarnya.
Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN Undip membantu UPPKA Melati melakukan pembaruan desain kemasan dengan tampilan yang lebih segar, menarik, dan relevan dengan perkembangan tren saat ini.
Pembaruan tetap mempertahankan karakter produk sebagai olahan masyarakat desa sehingga identitas lokal tidak hilang di tengah upaya mengikuti perkembangan pasar.
Tidak hanya mengubah tampilan produk, program ini juga memperkenalkan pendekatan promosi yang lebih dekat dengan kebiasaan konsumen saat ini melalui produksi video iklan.
Media tersebut dirancang untuk memperkenalkan produk UPPKA Melati secara lebih menarik sekaligus membuka peluang pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Bagi UPPKA Melati, perubahan kemasan dan penguatan promosi bukan sekadar persoalan tampilan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun identitas produk agar lebih mudah dikenali serta meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan konsumen.
Program “UPPKA Melati Naik Kelas” sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan UMKM desa dapat dimulai dari langkah sederhana.
Ketika produk lokal dipadukan dengan identitas yang kuat dan komunikasi pemasaran yang tepat, potensi usaha masyarakat memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap UPPKA Melati dapat terus mengembangkan produknya secara mandiri dan memanfaatkan media promosi digital secara berkelanjutan.
Dengan demikian, produk olahan masyarakat Desa Tawangsari tidak hanya dikenal sebagai camilan dari desa, tetapi juga mampu bersaing dan memiliki tempat di pasar yang semakin dinamis.
Penulis: Nazwa Putri
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar