Jatengvox.com – Sebanyak lima RT di Dusun Segeni, Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, unjuk kreativitas dalam Lomba Tanaman TOGA (Taman Obat Keluarga) yang digelar Sabtu (9/8/2026) mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Dusun Segeni, dengan salah satu anggota Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 12 turut dipercaya menjadi salah satu dari tiga juri penilai.
Lomba ini bertujuan mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan di wilayah masing-masing RT untuk budi daya tanaman obat keluarga, sekaligus mempererat kekompakan antarwarga.

Penilaian lomba dilakukan berdasarkan empat kategori, yakni kelengkapan koleksi tanaman, penataan dan keindahan, pemanfaatan TOGA, serta kebersihan dan inovasi.
Selain memamerkan koleksi tanaman TOGA masing-masing, setiap RT juga menampilkan yel-yel kekompakan dan membuka stan makanan serta minuman hasil olahan panen TOGA mereka sendiri, sehingga suasana lomba berlangsung meriah sekaligus edukatif bagi warga yang hadir.
Ketua RT 05, Widi, mengatakan bahwa lomba ini membawa dampak positif bagi kekompakan warganya.
Ia mengaku sebelumnya banyak warga yang cenderung pasif dalam kegiatan lingkungan, namun sejak persiapan lomba digelar, warga jadi lebih semangat bergotong royong.
“Dulu banyak warga yang pasif, jarang ikut kegiatan gotong royong. Tapi semenjak ada lomba TOGA ini, warga jadi kompak, sama-sama nanam, sama-sama nata taman TOGA-nya. Ini yang paling kerasa manfaatnya buat RT saya,” ujar Widi.

Lomba ini dinilai oleh tiga orang juri, salah satunya mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 12, Bagas Satiyo.
Satiyo mengaku pengalaman menjadi juri memberinya banyak pelajaran baru, khususnya soal administrasi penilaian dan pengelompokan jenis-jenis tanaman TOGA beserta manfaatnya.
“Jadi juri itu seru sih ternyata. Awalnya bingung juga soal administrasinya, ngelompokin jenis-jenis TOGA gitu, tapi lama-lama malah jadi tau banyak. Eh ternyata tiap RT punya ciri khas tanaman TOGA-nya sendiri-sendiri, beda-beda, itu yang bikin seru,” kata Satiyo.
Setelah melalui penilaian dari tim juri, RT 02 keluar sebagai juara 1, disusul RT 05 di posisi juara 2, RT 04 juara 3, RT 01 juara 4, dan RT 03 menutup di posisi juara 5.
Melalui Lomba Tanaman TOGA ini, warga Dusun Segeni diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai alternatif pengobatan alami, sekaligus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga di lingkungan sekitar.
Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 12 Desa Pagersari
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar