Jatengvox.com – Daun cengkeh yang selama ini belum banyak dimanfaatkan ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi pestisida nabati. Potensi tersebut dikenalkan oleh mahasiswa KKNT Tim II IDBU 36 Universitas Diponegoro kepada petani di Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Pestisida merupakan salah satu bahan yang digunakan petani untuk membantu mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Hama seperti serangga, ulat grayak, wereng, maupun organisme lainnya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan berdampak pada hasil panen.
Di sisi lain, penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus dapat meningkatkan biaya input budidaya dan berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan apabila penggunaannya tidak dilakukan secara tepat.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T mengenalkan pestisida nabati yang memanfaatkan daun cengkeh sebagai bahan alami.
Penyuluhan dilaksanakan di rumah Bapak Sarjono, Dukuh Krajan 2, Desa Kluwih, pada Sabtu (25/07/2026).
Kegiatan disampaikan oleh Salma Valentina Putri, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Ketua Kelompok Tani, serta anggota kelompok tani.
Dalam penyuluhan, petani tidak hanya dikenalkan pada cara memanfaatkan daun cengkeh, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai kandungan yang terdapat di dalamnya.
Daun cengkeh memiliki senyawa alami seperti eugenol, flavonoid, tanin, dan saponin. Kandungan tersebut memiliki aktivitas biologis yang berpotensi membantu mengganggu organisme pengganggu tanaman.
Keberadaan senyawa tersebut menjadi salah satu alasan daun cengkeh dapat dikenalkan sebagai bahan pestisida nabati.
Pemanfaatan daun cengkeh juga memberikan nilai tambah bagi bahan yang tersedia di sekitar masyarakat.
Daun yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi bahan yang memiliki kegunaan dalam kegiatan pertanian.
Dengan begitu, petani dapat melihat bahwa pengendalian hama tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahan yang harus dibeli, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan.
Selain menjelaskan kandungan dan manfaatnya, mahasiswa menyampaikan tahapan pembuatan pestisida nabati dari daun cengkeh.
Materi meliputi persiapan bahan, proses pengolahan, fermentasi, hingga cara penggunaan dan penyimpanan.
Penyampaian dilakukan secara sederhana agar petani dapat memahami tahapan yang diberikan dan mengetahui penerapannya sesuai dengan kebutuhan tanaman di lapangan.
Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari petani. Bapak Sarjono selaku Ketua Kelompok Tani menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa.
“Kami mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru kepada petani, terutama mengenai manfaat pestisida dan pemanfaatan daun cengkeh sebagai bahan alami yang dapat digunakan untuk membantu menjaga tanaman,” ujar Bapak Sarjono.

Penyuluhan berlangsung dengan diskusi bersama peserta. Petani mengikuti penjelasan yang diberikan dan membahas pemanfaatan pestisida nabati dalam kegiatan pertanian.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena petani dapat mengetahui pemanfaatan bahan alami secara lebih dekat, sementara mahasiswa dapat menyampaikan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pemanfaatan daun cengkeh tidak berhenti sebagai materi penyuluhan, tetapi dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi petani.
Pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenali potensi sumber daya lokal dan menggunakannya secara bijak.
Kegiatan penyuluhan tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Pemanfaatan daun cengkeh sebagai bahan pestisida nabati menjadi salah satu contoh penggunaan sumber daya lokal agar memiliki nilai guna.
Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan alternatif pengendalian hama, tetapi juga mengajak petani untuk melihat potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar dan memanfaatkannya secara lebih bertanggung jawab.
Penulis: Salma Valentina Putri, Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika
KKNT Tim II IDBU 36 – Universitas Diponegoro
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar