Jatengvox.com – Sebuah sistem digital tidak hanya perlu dirancang dengan baik, tetapi juga harus dapat diterima oleh orang-orang yang akan menggunakannya. Berangkat dari pemikiran tersebut, tim KKN-T 07 Universitas Diponegoro mengembangkan situs web perpustakaan KALOKA untuk Desa Sobokerto yang dapat diakses oleh siapa pun.
Melalui platform ini, masyarakat dapat menemukan koleksi buku, cerita warga, informasi wisata, hingga potensi UMKM desa dalam satu laman.
Agar sistem yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna, tim turut melakukan evaluasi untuk melihat kesiapan perangkat desa dan pengelola perpustakaan dalam menerima teknologi baru tersebut.
Dalam tim KKN tersebut, Aisyah Khoirunnisa, mahasiswa Program Studi Psikologi, bertanggung jawab menyusun proses evaluasi dan asesmen. Untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan serta penerimaan pengguna terhadap web KALOKA, ia merancang instrumen pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan penggunaan sistem.
Pendekatan ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas disiplin dalam tim KKN, di mana pengembangan teknologi juga diimbangi dengan evaluasi terhadap aspek penggunanya.
“Pas tahu evaluasinya bakal pakai model TAM, aku langsung ngerasa cocok sih. Soalnya di Ilmu Perpustakaan, model itu memang udah sering dipakai buat ngukur kesiapan digital. Jadi waktu dipilih buat evaluasi program ini, rasanya memang pas,” ujar salah satu anggota tim kurasi dari Program Studi Ilmu Perpustakaan.
Evaluasi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN, tetapi juga diharapkan dapat membantu pengembangan layanan perpustakaan desa agar lebih berkelanjutan.
Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Seluruh hasil evaluasi nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Sobokerto sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan layanan perpustakaan berbasis digital.
Dari hasil tersebut, pemerintah desa dapat mengetahui sejauh mana pengelola perpustakaan telah siap mengoperasikan web KALOKA, sekaligus menentukan bentuk pendampingan atau peningkatan literasi digital yang masih diperlukan.
Dengan demikian, transformasi digital yang dilakukan tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Penulis: Aisyah Khoirunnisa, Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar