Mahasiswa KKN Tim IDBU 14 UNDIP Tingkatkan Pemahaman UMKM Desa Branjang melalui Pendampingan Standardisasi Kemasan Pangan Berbasis Kemas Ulang Informasi

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 20:20 14 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim IDBU 14 Universitas Diponegoro dari Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNDIP melaksanakan program pendampingan standarisasi kemasan pangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Branjang.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya penggunaan kemasan yang aman sesuai standar keamanan pangan melalui pendekatan kemas ulang informasi.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman sebagian pelaku UMKM terhadap regulasi mengenai kemasan pangan.

Informasi mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI), persyaratan kemasan food grade, hingga ketentuan pelabelan produk umumnya tersedia dalam bentuk dokumen resmi yang cukup panjang dan menggunakan istilah teknis, sehingga tidak mudah dipahami oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Melalui pendekatan kemas ulang informasi, mahasiswa menyederhanakan berbagai regulasi tersebut menjadi sebuah buku panduan yang menggunakan bahasa yang lebih sederhana, sistematis, dan mudah dipahami tanpa mengurangi substansi dari peraturan yang berlaku.

Materi yang disajikan mencakup pentingnya standarisasi kemasan, persyaratan kemasan pangan, penggunaan bahan kemasan yang aman (food grade), informasi yang wajib dicantumkan pada label produk, hingga langkah-langkah penerapan standarisasi kemasan yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku UMKM.

Baca juga:  KKN-T Tim 28 UNDIP Edukasi Baku Mutu Kualitas Air dan Pembuatan Filter Air Sederhana di Desa Pugeran

Desa Branjang memiliki berbagai potensi UMKM, salah satunya adalah UMKM Parfum milik Bapak Sehono yang menjadi mitra dalam kegiatan pendampingan.

Produk parfum yang dihasilkan telah memiliki pelanggan dari berbagai daerah sehingga memiliki potensi untuk terus berkembang.

Namun, agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, aspek kemasan dan penyajian informasi pada produk juga perlu memperoleh perhatian.

Dalam kegiatan pendampingan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan kemasan yang sesuai dengan standar keamanan, pemilihan bahan kemasan yang aman, penyusunan label produk yang informatif, serta pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengemasan.

Baca juga:  Tekan Stigma Negatif Pajak, Mahasiswa KKN-T IDBU 12 Undip Dampingi Pelaku UPPKA Melati Digitalisasi Laporan Keuangan

Seluruh materi disampaikan menggunakan buku panduan hasil kemas ulang informasi sehingga lebih mudah dipahami dan dapat dijadikan pedoman oleh pemilik usaha dalam mengembangkan kualitas kemasan produknya.

Selain memberikan penjelasan mengenai standar kemasan, mahasiswa juga menjelaskan manfaat penerapan standar tersebut bagi keberlangsungan usaha.

Kemasan yang memenuhi standar tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, menjaga kualitas produk selama penyimpanan dan distribusi, serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar.

Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi menjelaskan bahwa kemas ulang informasi menjadi pendekatan yang efektif dalam menyampaikan informasi teknis kepada masyarakat.

Baca juga:  Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam

“Melalui kemas ulang informasi, berbagai regulasi mengenai standardisasi kemasan yang sebelumnya cukup kompleks dapat disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana, praktis, dan mudah dipahami oleh pelaku UMKM. Harapannya, pemilik usaha tidak hanya mengetahui aturan yang berlaku, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam kegiatan usahanya,” ujarnya.

Program pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi pelaku UMKM mengenai pentingnya standarisasi kemasan pangan sekaligus mendorong terciptanya produk yang lebih aman, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Dengan adanya buku panduan sebagai media informasi, pelaku UMKM juga diharapkan dapat menjadikan materi tersebut sebagai referensi dalam melakukan evaluasi dan pengembangan kemasan produknya secara berkelanjutan.

 

Penulis: Muhammad Fauzan

Pembimbing: Gani Nur Pramudyo, M.Hum.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA