Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Inovasi Biomordan Ekstrak Daun Jambu dan Variasi Fiksator di Desa Jarum

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Jul 2026 20:52 135 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kelompok 2 Tim 120 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk “Optimasi Stabilitas Warna Batik Pewarna Alami Melalui Biomordan Ekstrak Daun Jambu dan Variasi Bahan Fiksator” di UMKM Batik Sarwidi, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, (15/7/2026).

Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin ilmu yang bertujuan mendukung pelestarian batik tulis pewarna alami melalui penerapan inovasi yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diaplikasikan oleh perajin.

Kegiatan diawali dengan observasi proses produksi batik yang selama ini diterapkan oleh mitra, dari tahapan pencelupan, pewarnaan menggunakan bahan alami, hingga proses fiksasi untuk mempertahankan karakter warna pada kain batik.

Baca juga:  KKN UNDIP Dorong Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan Siswa SD 3 Jungsemi melalui Tong Sampah Kreatif dan Plang Edukasi

Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi bersama Bapak Sarwidi, mahasiswa mengidentifikasi bahwa proses fiksasi warna menjadi salah satu tahapan penting yang memengaruhi kualitas dan ketahanan warna batik pewarna alami.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim KKNT menggunakan pemanfaatan ekstrak daun jambu sebagai biomordan yang dipadukan dengan variasi bahan fiksator untuk mendukung proses pengikatan warna pada serat kain.

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa bersama mitra melakukan proses pembuatan larutan biomordan, pengaplikasian pada kain batik yang telah melalui proses pewarnaan alami, hingga pengamatan terhadap hasil warna yang dihasilkan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Serta Dalam Kegiatan Haul Akbar Simbah Buyut Derso & Nyai Sani Digelar Meriah di Desa Mlaten

Pendekatan ini dilakukan sebagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas hasil pewarnaan dengan tetap mempertahankan karakter batik pewarna alami.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kelompok 2 KKNT 120 bersama UMKM Batik Sarwidi berinovasi mengenai bahan pendukung proses fiksasi yang memanfaatkan sumber daya lokal, sekaligus memperoleh media edukasi dan dokumentasi yang dapat digunakan sebagai referensi dalam proses produksi selanjutnya.

Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis potensi desa.

Program kerja ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi batik pewarna alami yang berkelanjutan.

Baca juga:  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal Tahun 2026

Sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas produk batik lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi serta kearifan lokal yang telah menjadi identitas Desa Jarum sebagai sentra batik tulis pewarna alami.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA