Daerah  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 16 Gelar Festival Generasi Islami untuk Gali Potensi Siswa Madrasah di Berahan Wetan

Berahan Wetan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 16 Desa Berahan Wetan bersama ratusan siswa Madrasah Diniyyah Matholiul Ulum yang menjadi peserta dan penonton "Festival Generasi Islami" di Menco, Demak.

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 16 Desa Berahan Wetan sukses menggelar acara bertajuk “Festival Generasi Islami”, sebuah ajang kompetisi yang dirancang untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa-siswi Madrasah Diniyyah Matholiul Ulum, Dusun Menco, Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, (4/6/2026).

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh master of ceremony di halaman madrasah. Suasana pembukaan semakin meriah dengan rangkaian sambutan yang disampaikan oleh tiga pihak, yaitu Ketua Panitia dari mahasiswa KKN, Koordinator Desa Berahan Wetan, dan Kepala Madrasah Diniyyah Matholiul Ulum, sebelum akhirnya acara dibuka secara simbolis.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan harapan besar atas terselenggaranya festival ini.

“Semoga acara ini bisa menjadi wadah untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kreativitas melalui berbagai macam perlombaan. Kami harap dapat memunculkan generasi Islam yang tidak hanya berkompeten dalam hal akademik saja, tapi juga memiliki akhlak yang mulia, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Baca juga:  Harga Tembakau Kendal Anjlok 40 Persen, Petani Merugi Akibat Cuaca Buruk

Festival Generasi Islami ini menampilkan dua cabang perlombaan yang berlangsung secara bersamaan di lokasi berbeda. Lomba adzan digelar di halaman madrasah diniyyah, sementara lomba pidato berlangsung di ruang kelas 2A. Masing-masing cabang lomba dinilai oleh tiga juri yang kompeten di bidangnya.

Sebanyak 32 peserta ikut ambil bagian dalam kompetisi ini, yang terdiri atas 17 peserta lomba adzan dan 15 peserta lomba pidato.

Para peserta merupakan siswa-siswi kelas 3 hingga 5 Madrasah Diniyyah Matholiul Ulum, sementara seluruh siswa kelas 1 hingga 6 turut hadir sebagai penonton yang memeriahkan suasana.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan bakat siswa, sekaligus menumbuhkan keberanian serta rasa percaya diri mereka untuk tampil di hadapan publik.

Baca juga:  PW Salimah Jateng Gelar Pelatihan MSI, Kehumasan, dan UMKM untuk Tingkatkan Kapasitas Pengurus

Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Bapak Haidar selaku Kepala Madrasah Diniyyah Matholiul Ulum menyampaikan apresiasi mendalam terhadap antusiasme tinggi dari para peserta dan panitia.

Menurutnya, kegiatan edukatif seperti ini sangat bermanfaat untuk membangun kepercayaan diri serta karakter positif para siswa.

“Alhamdulillah, respons yang diberikan sangat positif, baik dari rekan-rekan panitia maupun para siswa yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti berbagai perlombaan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mengembangkan prestasi sekaligus melatih keberanian peserta dalam tampil di depan umum,” ujarnya.

Tidak hanya menyediakan hadiah bagi para pemenang lomba, mahasiswa KKN Posko 16 juga menyiapkan doorprize bagi seluruh siswa yang hadir.

Baca juga:  Optimisme Pemdes Banteng Mati dan Mahasiswa UIN Walisongo Sambut Wajah Baru Ekonomi Desa

Pengundian doorprize ini dilakukan secara bertahap sebelum dan setelah pengumuman juara, sehingga para peserta dan penonton tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I, II, dan III untuk lomba adzan masing-masing diraih oleh M. Ashrof Khairul Azam, Ahmad Arjun Nafial Hikam, dan M. Abidzar Al-Ghifari.

Adapun pada cabang lomba pidato, Juara I diraih oleh Silvia Rahma, Juara II oleh Naurotul Husna, dan Juara III oleh Indana Zulfa.

Festival Generasi Islami yang digagas oleh mahasiswa KKN Posko 16 ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana efektif untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat terus mengasah kemampuan mereka serta menumbuhkan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *