Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas bersama anak-anak di Posko KKN Desa Bakung, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, (6/6/26).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak sekaligus mengenalkan pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan yang bernilai guna dan bernilai estetis.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk berkreasi dengan memanfaatkan tutup botol bekas yang selama ini sering dianggap sebagai sampah.
Dengan bimbingan mahasiswa KKN, peserta belajar menghias dan merangkai tutup botol menjadi gantungan kunci unik sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari memilih bahan, menghias, hingga menyelesaikan gantungan kunci yang nantinya dapat digunakan atau dibawa pulang sebagai hasil karya mereka sendiri.
Selain melatih keterampilan motorik dan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang-barang bekas yang masih dapat digunakan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Walisongo, Muhammad Noor Rizqi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk menumbuhkan kreativitas dan kepedulian lingkungan pada anak-anak sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk melihat bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah. Dengan sedikit kreativitas, barang-barang tersebut dapat diubah menjadi karya yang menarik dan bermanfaat,” ujar Muhammad Noor Rizqi.
Salah satu peserta kegiatan, Elok, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang menyenangkan.
“Seneng bisa membuat gantungan kunci sendiri. Ternyata tutup botol bisa dibuat menjadi gantungan kunci yang lucu dan bagus,” ujar Elok dengan antusias.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari anak-anak yang hadir. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap dapat menumbuhkan semangat berkarya, meningkatkan kreativitas, serta membangun kesadaran anak-anak akan pentingnya memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
Selain menghasilkan karya yang unik, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan anak-anak di lingkungan Desa Bakung.






