Berita  

Optimisme Pemdes Banteng Mati dan Mahasiswa UIN Walisongo Sambut Wajah Baru Ekonomi Desa

ekonomi desa

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melakukan kunjungan lapangan dan survei langsung ke proyek Koperasi Desa Merah Putih, Senin (11/5/2026).

Kunjungan ini ditujukan sebagai sarana studi pembelajaran dan pemetaan potensi sekaligus penyelarasan program pengabdian berbasis ekonomi.

Proyek strategis yang diproyeksikan menjadi pilar utama perekonomian warga tersebut kini tengah bersiap menyambut wajah baru ekonomi desa.

Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lokasi, seluruh infrastruktur fisik dan tata kelola operasional koperasi dilaporkan telah memasuki tahapan akhir penyelesaian.

Kepala Desa Bantengmati, Bapak Muhdor, menyatakan rasa optimisnya bahwa kehadiran badan usaha milik desa ini akan membawa dampak masif bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan prasarana penunjang ekonomi tersebut sudah hampir rampung sepenuhnya.

Baca juga:  KKN POSKO 18 UIN Walisongo Semarang Mendukung UMKM Lewat Visit dan Sertifikasi Halal Kulit Lunpia

“Koperasi Desa Merah Putih ini dirancang untuk menjadi roda perekonomian warga Bantengmati. Saat ini, pembangunannya alhamdulillah sudah menyentuh angka 90 persen. Tinggal sedikit sentuhan akhir dan penyempurnaan sistem administrasi sebelum siap beroperasi penuh,” ujar Muhdor saat memberikan keterangan di sela-sela peninjauan lapangan.

Pihak Pemerintah Desa Banteng Mati juga menyambut baik keterlibatan aktif para mahasiswa. Menurut Muhdor, pemikiran akademis dari lingkungan kampus sangat dibutuhkan pada fase transisi menjelang peresmian ini.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 10 kami harap bisa membawa pemikiran segar, khususnya dalam membantu sosialisasi, digitalisasi manajemen, atau pengembangan unit usaha koperasi ke depan,” tambahnya.

Baca juga:  Workshop NGALIH: Ngaji Lawan Stunting dengan Hati, Mahasiswa KKN MB Posko 03 Gaungkan Edukasi Gizi Rohani

Di sisi lain, Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 10 UIN Walisongo, Nizar Aufal Widad, mengungkapkan bahwa progres pembangunan yang ada di Desa Bantengmati merupakan ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk mengamati implementasi teori ekonomi di dunia nyata.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kades dan seluruh perangkat desa yang telah mengizinkan kami belajar langsung di Koperasi Desa Merah Putih. Progres 90 persen ini adalah capaian yang baik, semoga kedepan bisa berjalan sesuai apa yang sudah di harapkan oleh masyarakat,” kata Nizar.

Ia menegaskan bahwa tim KKN Posko 10 berkomitmen penuh untuk menyumbangkan tenaga dan keahlian mereka selama sisa masa pengabdian demi membantu kelancaran persiapan operasional koperasi.

Baca juga:  KKN MMK Posko 10 UIN Walisongo Lakukan Kegiatan Engage and Empower Tingkatkan Kesadaran Masyarakat  tentang Teknologi Pertanian Ozone

“Dari sudut pandang kami, koperasi ini memiliki potensi besar dalam implementasi ekonomi kerakyatan. kami siap bersinergi dan mengabdi untuk membantu mengawal sisa prasarana yang ada hingga koperasi ini siap melayani masyarakat secara optimal hingga kami selesai bertugas didesa Bantengmati,” pungkas Nizar.

Melalui sinergi kuat antara kebijakan taktis pemdes dan program kerja konkret dari KKN UIN Walisongo Posko 10, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat segera beroperasi dan dapat langsung menjadi motor penggerak kesejahteraan baru bagi seluruh masyarakat Desa Bantengmati.

 

Penulis: Mahasiswa KKN UIN Walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *