Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melaksanakan program digitalisasi dan branding UMKM di Desa Jleper sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan identitas usaha.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pendampingan secara langsung kepada beberapa pelaku UMKM yang masih menghadapi kendala dalam pemasaran digital, sistem pembayaran non-tunai, dan identitas usaha. Program yang dilakukan meliputi pembuatan QRIS, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, pembuatan akun Shopee Seller, dan pembuatan banner usaha.
Pada kegiatan pembuatan QRIS, mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM dalam proses pendaftaran hingga QRIS berhasil diterbitkan. Setelah QRIS aktif, mahasiswa juga melakukan pencetakan kode QRIS agar dapat dipasang di tempat usaha.
Dengan adanya QRIS, pelanggan dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi dompet digital seperti Dana sehingga transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis.

Selain itu, mahasiswa KKN melakukan pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps. Kegiatan ini meliputi pengumpulan data usaha, pengambilan titik lokasi, pengunggahan foto usaha, serta pengisian informasi usaha seperti nama usaha, jam operasional, dan nomor kontak.
Pendaftaran Google Maps bertujuan agar usaha lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan serta meningkatkan kredibilitas usaha di era digital.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, mahasiswa KKN juga mendampingi pelaku UMKM dalam pembuatan akun Shopee Seller.
Proses pendampingan dilakukan mulai dari registrasi akun, pengisian profil toko, pengunggahan foto produk, penulisan deskripsi produk, hingga pengaturan jasa pengiriman.
Dengan adanya toko online di Shopee, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas tanpa terbatas oleh wilayah penjualan secara langsung.
Sebagai bagian dari penguatan branding, mahasiswa KKN turut membantu pembuatan desain banner usaha yang disesuaikan dengan identitas masing-masing UMKM.
Banner yang telah selesai didesain kemudian dicetak dan dipasang di lokasi usaha. Keberadaan banner ini bertujuan untuk memperkuat identitas usaha, meningkatkan daya tarik visual, serta memudahkan masyarakat mengenali produk dan layanan yang ditawarkan.

Program digitalisasi dan branding ini mendapat respon positif dari para pelaku UMKM yang terbantu oleh program tersebut karena memberikan manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh fasilitas digital, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu Yuli, mengaku sangat terbantu dengan program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIN Walisongo.
“Program ini sangat membantu UMKM seperti saya. Adanya QRIS, Google Maps, dan banner usaha yang membuat usaha saya terlihat lebih profesional dan lebih mudah ditemukan pelanggan,” kata Ibu Yuli.
Respon positif juga disampaikan oleh Ibu Endang, pelaku UMKM kasur yang mendapatkan pendampingan pembuatan akun Shopee Seller.
“Pembuatan akun Shopee ini sangat membantu usaha saya. Sekarang produk kasur yang saya jual bisa dipasarkan secara online dan menjangkau pelanggan yang lebih luas,” ujar Ibu Endang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap UMKM Desa Jleper dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki sistem pembayaran yang lebih modern, mudah ditemukan oleh konsumen melalui platform digital, serta mampu memperluas pemasaran produk melalui marketplace.
Dengan demikian, UMKM Desa Jleper diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan berkembang secara berkelanjutan di tengah era digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap UMKM Desa Jleper dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki sistem pembayaran yang lebih modern, mudah ditemukan oleh konsumen melalui platform digital, dan mampu memperluas pemasaran produk melalui marketplace.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Kelompok 11






